Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Enggang Cengkeram Tikus Jadi Pesan Antikorupsi, Anggota Polres Malinau Raih Juara di Hakordia

Dip Ratar • Rabu, 26 November 2025 | 15:53 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN JUARA: Hasil mural Tim Satya Wisesa yang menjadi juara pertama dalam peringatan Hakordia di Malinau
DIPA/RADAR TARAKAN JUARA: Hasil mural Tim Satya Wisesa yang menjadi juara pertama dalam peringatan Hakordia di Malinau

MALINAU - Simbol burung enggang yang mencengkeram tikus menjadi pusat perhatian dalam peringatan Hari Antikorupsi (Hakordia) 2025 di Siring Beton PDAM, Desa Kuala Lapang, Malinau Barat.

Karya tersebut membawa kelompok Satya Wisesa yang beranggotakan tiga polisi muda Polres Malinau menjadi Juara 1 pada ajang yang digelar sejak Jumat (21/11) dan diumumkan pemenangnya pada Selasa (25/11).

Tim Satya Wisesa terdiri dari Bripda Brigel Boja, Bripda Diki Setiawan, dan Bripda Diki Kurniawan. Ketiganya baru enam bulan berdinas dan berasal dari satu angkatan yang sama. Meski masih sangat baru di institusi kepolisian, kemampuan seni mereka justru menonjol dan mencuri perhatian juri.

“Kami memang suka menggambar,” kata Bripda Brigel Boja saat ditemui Radar Tarakan usai pengumuman.

Brigel menjadi pembuat objek utama mural, sementara dua rekannya mengerjakan latar belakang. Mereka menyelesaikan mural tersebut dalam waktu lima hari dengan pembagian tugas yang rapi.

Brigel menjelaskan bahwa burung enggang dipilih sebagai ikon utama karena melambangkan persatuan masyarakat Malinau. Bentuk sayap yang melengkung digambarkan sebagai ajakan bersama untuk memerangi korupsi sesuai tema Hakordia 2025.

Di bagian kiri mural terdapat figur kepolisian, sementara di sisi kanan tampak masyarakat adat Dayak. Kedua elemen tersebut menggambarkan kekompakan aparat dan masyarakat dalam menjaga Malinau dari praktik korupsi.

Bagian paling mencolok adalah burung enggang yang mencengkeram seekor tikus simbol yang umum digunakan untuk menggambarkan koruptor. “Ini menggambarkan bahwa jika kita bersatu, korupsi bisa diberantas, tikus ini pada umumnya melambangkan korupsi atau koruptor,” ujarnya.

Latar mural juga menampilkan gedung-gedung sebagai simbol pembangunan yang merata ketika korupsi dapat dicegah. Inspirasi mural ini, kata Brigel, datang dari kecintaannya terhadap Malinau sebagai tempat ia tumbuh dewasa.

Selain membawa pulang juara pertama, tim Satya Wisesa juga ingin menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda. “Untuk anak muda lebih berani untuk berkarya demi kemajuan Malinau,” pesannya. (*/dip/lim)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #hakordia #malinau #polres #juara