MALINAU - Dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di desa-desa, Pemerintah Kabupaten Malinau terus menggalakkan program desa sarjana unggul sebagai strategi mencetak generasi berpendidikan tinggi yang kelak kembali membangun daerah asalnya. Program ini kembali menunjukkan capaian signifikan pada tahun 2025 dengan ratusan peserta berhasil lolos seleksi.
Antusiasme masyarakat terhadap Program Desa Sarjana tahun 2025 tercatat sangat tinggi. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malinau, Muhammad Fiteriyadi menyampaikan, bahwa dari 802 pendaftar, sebanyak 743 peserta dinyatakan lolos dan ditetapkan melalui Surat Keputusan resmi.
“Tahun 2025 ini kita sudah melakukan seluruh tahapan seleksi hingga akhirnya dikeluarkan SK penetapan peserta. Dari 802 calon peserta, 743 orang dinyatakan memenuhi syarat dan diterima,” jelasnya kepada Radar Tarakan, Rabu (26/11).
Ratusan peserta tersebut tersebar di berbagai kampus dan disiplin ilmu. Setelah verifikasi lanjutan, terdapat sekitar empat peserta yang mengundurkan diri karena telah menerima beasiswa lain dan tidak diperkenankan menerima beasiswa ganda dalam program ini.
“Di Desa Sarjana kan ada ketentuan tidak boleh menerima beasiswa ganda, sehingga mereka memilih mundur,” tambahnya.
Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Malinau juga menetapkan prioritas bidang studi, yaitu kedokteran, kesehatan, teknik, dan kehutanan. Ratusan peserta yang lolos berasal dari bidang-bidang prioritas tersebut, di mana minatnya sangat tinggi.
Selain itu, sebaran peserta cukup luas, meliputi perguruan tinggi seperti Universitas Borneo Tarakan (UBT) yang menampung sekitar 20-30 peserta, Politeknik sekitar 15-20 peserta, serta kampus-kampus di Samarinda termasuk Universitas Widyagama yang tercatat menerima lebih dari 40 peserta. Peserta lainnya tersebar di berbarai kampus diseluruh Indonesia sesuai pilihan masing-masing.
Program desa sarjana unggul menjadi salah satu pilar utama pembangunan SDM Kabupaten Malinau, dengan harapan lulusan program ini dapat kembali dan berkontribusi dalam pembangunan desa masing-masing. Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk terus memperluas akses pendidikan bagi generasi muda desa agar kualitas kehidupan dan pelayanan publik di tingkat desa semakin meningkat. (*/dip/lim)
Editor : Azwar Halim