Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Siring PDAM Disorot, Sarkasme Tajam Mural Antikorupsi Tim Pelajar Yobel di Malinau

Dip Ratar • Rabu, 26 November 2025 | 13:02 WIB

 

MURAL: Hasil Mural Tim Pelajar Yobel yang sarat akan makna sarkasme di siring beton PDAM Malinau FOTO:DIPA/RADAR TARAKAN
MURAL: Hasil Mural Tim Pelajar Yobel yang sarat akan makna sarkasme di siring beton PDAM Malinau FOTO:DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Sebuah karya mural sarat makna sarkasme yang diangkat oleh Tim Yobel berhasil menarik perhatian juri dan menyabet Juara Harapan 2 dalam Lomba Mural Anti Korupsi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025.

Kegiatan yang berlangsung semarak di Siring Beton PDAM, Desa Kuala Lapang, Malinau Barat, ini dimulai sejak Jumat (21/11), setelah pengumuman lomba yang disampaikan pada Selasa (25/11).

Tim Yobel, yang beranggotakan empat pemuda dari sekolah berbeda dari SMA Negeri 1 Malinau, SMP Negeri 1 Malinau Kota, dan SMK Negeri 2 Malinau, hadir dengan semangat membawa pesan kuat melalui pendekatan visual yang tegas namun sarkastik.

Meski salah satu anggota tidak dapat hadir saat proses wawancara, ketiganya menjelaskan bahwa nama Yobel mereka pilih sebagai singkatan dari pemuda, karena gabungan tim ini lahir dari pertemuan lintas sekolah yang dipertemukan oleh salah satu anggota, Daniel.

Dalam wawancara bersama Radar Tarakan, perwakilan tim, Fany Kristi Paula mengatakan motivasi utama mereka mengikuti lomba adalah keinginan mencoba hal baru.

“Mural semacam ini sangat jarang digarap generasi muda, jadi kami ingin membuat terobosan kak,” ujarnya.

Sarkasme paling kuat terlihat pada cara mereka menggambarkan sebuah bangunan menyerupai gedung tertutup dilukis dengan warna dasar abu-abu yang dianggap sebagai simbol tempat para koruptor bersembunyi.

Di dalamnya, visualisasi para pelaku korupsi dibuat secara lugas namun menyindir keras praktik tersebut.

Untuk mempertegas pesan moral, sebuah palu besar ditampilkan sebagai ornamen utama. Palu itu diposisikan seolah menghancurkan seluruh praktik korupsi yang bersembunyi di dalam gedung, menyiratkan harapan akan penegakan hukum yang tegas dan menyeluruh.

Mural tersebut juga menggambarkan tiga dampak nyata korupsi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pada bagian bawah, mereka menampilkan situasi demonstrasi atau perpecahan sosial akibat hilangnya kepercayaan masyarakat.

Pada bagian samping, mereka memvisualkan inflasi dan kenaikan harga, termasuk terganggunya tunjangan yang terdampak oleh praktik korupsi. Sementara pada bagian atas, mereka menyoroti kesenjangan sosial yang semakin melebar antara kelompok kaya dan miskin.

Keseluruhan pesan itu kemudian dipertegas dengan kehadiran burung enggang, identitas khas Malinau, sebagai simbol bahwa perjuangan melawan korupsi adalah bagian dari upaya menjaga kehormatan daerah.

Tim Yobel membagi tugas secara jelas. Fany menggambar burung enggang, dua rekannya mengerjakan ilustrasi dampak korupsi serta gradasi warna, sedangkan anggota yang tidak hadir berperan dalam merancang konsep keseluruhan.

Untuk pilihan warna, abu-abu dipilih bukan tanpa alasan.

“Kami ambil abu-abu untuk menggambarkan gedung tempat koruptor bersembunyi. Nuansanya gelap, dingin, dan penuh misteri,” jelasnya.

Menariknya, meski memiliki hobi menggambar sejak kecil, Fany mengaku ini adalah kali pertama ia membuat mural. Namun karya perdana mereka justru berhasil mencuri perhatian pada event ini.

Dengan pendekatan visual yang tajam, penuh sindiran, dan kaya pesan moral, Tim Yobel menjelaskan, mural ini bukan hanya sekadar hiasan dinding, tetapi cerminan keresahan generasi muda terhadap praktik korupsi.

Prestasi mereka menegaskan bahwa suara anak muda Malinau turut bergaung dalam perjuangan melindungi daerah dari bahaya korupsi. (*/dip/lim)

Editor : Azwar Halim
#sarkasme #mural #kaltara #antikorupsi #malinau #pdam