MALINAU — Keberadaan seorang pria bernama Merang (33), warga Desa Data Dian, Kecamatan Kayan Hilir, Malinau, Kalimantan Utara, yang dilaporkan hilang sejak 17 November 2025, hingga kini masih belum di temukan. Merang (33) dinyatakan hilang setelah terpisah dari rombongannya saat mencari gaharu di kawasan Sungai Pejanan, yang merupakan cabang Sungai Kayan.
Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian mandiri selama tiga hari, namun tidak menemukan tanda keberadaannya. Mereka kemudian kembali ke desa setelah menempuh perjalanan panjang melalui jalur sungai dan darat untuk meminta bantuan tambahan. Pada Minggu (23/11), warga kembali memperluas area pencarian.
Camat Kayan Hilir, Robet Kristian mengatakan bahwa setelah menerima laporan tersebut, pihak kecamatan segera mengoordinasikan pencarian lanjutan bersama warga. Sebanyak delapan warga dikerahkan menggunakan dua perahu ketinting menuju lokasi tempat korban dilaporkan hilang.
“Pencarian difokuskan pada area hutan yang sering digunakan warga mencari gaharu,” ujarnya.
Lokasi pencarian berada jauh dari permukiman dan hanya dapat dijangkau setelah sekitar tujuh jam perjalanan menggunakan ketinting. Pemerintah kecamatan menyampaikan bahwa seluruh perkembangan pencarian akan terus dimonitor melalui laporan tim di lapangan.
“Kami memantau laporan dari lapangan dan berharap dukungan instansi terkait segera turun,” ungkapnya.
Tim masyarakat Desa Data Dian berangkat pada Sabtu (22/11) pukul 14.00 Wita, dilengkapi akses komunikasi melalui jaringan internet Starlink untuk memperbarui informasi secara berkala. Pada waktu yang sama, Pemerintah Kecamatan juga telah mengajukan permohonan dukungan pencarian kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malinau.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada perkembangan baru terkait keberadaan Merang. Pencarian terus diperluas sambil menunggu bantuan lanjutan untuk memperkuat operasi di lapangan. (*dip)
Editor : Azwar Halim