Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Satgas Pesat Siapkan Pasokan Cabai Lokal untuk Redam Inflasi Desember di Malinau

Dip Ratar • Senin, 24 November 2025 | 20:43 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN CABAI: Cabai Pasar Induk Malinau kerap mengalami lonjakan harga pada hari raya besar
DIPA/RADAR TARAKAN CABAI: Cabai Pasar Induk Malinau kerap mengalami lonjakan harga pada hari raya besar

MALINAU – Guna menjaga stabilitas harga pangan kebutuhan dapur menjelang akhir tahun, Pemerintah Kabupaten Malinau terus memperkuat produksi komoditas lokal, khususnya cabai, melalui Program Pertanian Sehat (Pesat).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang kerap dipicu lonjakan harga cabai pada Desember dan hari besar keagamaan.

Selain melakukan penanaman padi sawah dan jagung, pemerintah melalui Satgas Pesat juga mengarahkan pembukaan 2 hektare lahan cabai di setiap kecamatan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan pasokan di pasaran.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Mika Dinata menyebutkan, bahwa produksi cabai dari Satgas menjadi salah satu instrumen penting untuk menstabilkan harga.

“Cabai ini kita dorong agar tersedia pada bulan Desember, karena biasanya harga cabai naik cukup tinggi menjelang hari-hari besar. Dengan produksi dari Satgas Pesat, kita berharap inflasi dapat terkendali,” katanya.

Saat ini, progres pengembangan cabai berjalan dalam dua tahapan. Sejumlah kecamatan telah menanam sejak bulan lalu dan mulai memasuki fase pertumbuhan, sementara lainnya masih dalam proses penanaman, Skema ini ditata agar panen cabai dapat terjadi tepat pada periode rawan inflasi.

Mika menegaskan bahwa meski fokus Satgas Pesat juga mencakup komoditas padi dan jagung, cabai tetap menjadi prioritas karena sensitif terhadap fluktuasi harga dan memiliki kontribusi besar terhadap inflasi pangan.

“Cabai ini komoditas yang sangat sensitif. Kalau stoknya kurang, harga langsung naik dan dampaknya terasa sekali pada inflasi,” ujarnya Kepada Radar Tarakan, Senin (24/11).

Selain tantangan teknis seperti hama, cuaca, serta keterbatasan pupuk dan sarana produksi, meski demikian pemerintah optimistis produksi cabai dari Satgas Pesat dapat berkontribusi menjaga stabilitas harga di Malinau pada hari besar dan libur akhir tahun ini.

Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan cabai dengan harga yang lebih stabil pada akhir tahun. (*/dip/lim)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #inflasi #lokal #malinau #satgas