MALINAU — Upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Malinau terus diperkuat melalui verifikasi lapangan berbasis data nyata.
Salah satunya dilakukan dengan pemasangan stiker penanda bagi keluarga miskin dan kurang mampu, yang kini menjadi instrumen penting untuk memastikan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.
Bupati Malinau Wempi W. Mawa bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meninjau langsung pelaksanaan kegiatan pelengetan stiker tersebut di rumah warga Dusun Rajuk, Desa Paking, Sabtu (22/11).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Sosial (DP3AS) sebagai bentuk verifikasi lapangan dalam penyempurnaan data penerima bantuan sosial.
Bupati Wempi menegaskan bahwa langkah verifikasi faktual dan nyata seperti ini sangat penting agar bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang seharusnya.
“Kita ingin memastikan itu bahwa bantuan sosial tepat sasaran, sehingga benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang memang layak menerimanya,” ujarnya.
Hasil pengecekan di lapangan menemukan dua warga Dusun Rajuk yang secara sukarela mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sosial. Bupati Wempi memberikan apresiasi atas kejujuran dan kesadaran warga tersebut.
Disisi lain, menepis anggapan negatif, Wempi menegaskan bahwa pemasangan stiker bukan bentuk pelecehan, tetapi langkah transparan untuk memudahkan identifikasi dan penanganan kemiskinan di Malinau.
“Status stiker yang diberikan kepada keluarga miskin, saya tidak pelesetin, karena memang masuk kategori miskin. Makanya kita harus selesaikan persoalan ini sehingga mereka ke depan menjadi keluarga sejahtera,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah berupaya menyelesaikan persoalan kemiskinan secara bertahap sekaligus mempertahankan keluarga yang sudah sejahtera agar tidak kembali pada status miskin.
Wempi turut menyampaikan capaian positif berdasarkan data BPS 2024, yang menunjukkan bahwa lebih dari seribu kepala keluarga di Malinau telah keluar dari status miskin pada tahun sebelumnya.
Selain itu, menurut data Kementerian Sosial, Kabupaten Malinau telah dua tahun berturut-turut tidak memiliki warga dalam kategori kemiskinan ekstrem.
“Kita pertahankan capaian ini, karena ini hasil kerja bersama dan tugas kita adalah memastikan angka kemiskinan tidak bertambah, bahkan harus terus menurun,” ungkapnya. (*dip)
Editor : Azwar Halim