MALINAU - Kabupaten Malinau hingga kini masih berada pada posisi rendah dalam indeks literasi di Kalimantan Utara, terutama dipengaruhi oleh keterbatasan akses buku dan infrastruktur pendidikan di wilayah pedalaman.
Kondisi ini mendorong perlunya terobosan yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke titik-titik terpencil. Menjawab tantangan tersebut, Duta Literasi Kabupaten Malinau, Olip memperkenalkan program prioritas inovatif bernama Literasi Sungai dan Literasi Hutan (LISANTA).
Ia juga menjelaskan bahwa ide inovatif ini lahir dari realitas geografis Malinau yang luas, berbukit, serta memiliki banyak desa yang hanya bisa ditempuh melalui jalur sungai. Kondisi tersebut membuat akses terhadap buku, perpustakaan, dan kegiatan membaca menjadi sangat terbatas, terutama bagi anak-anak di hulu sungai.
“Program ini fokus pada pengaktifan perpustakaan keliling yang menggunakan perahu dan kendaraan off-road untuk mencapai desa-desa yang tidak terjangkau. Ini solusi langsung terhadap masalah akses literasi yang selama ini menjadi tantangan terbesar,” ungkapnya Kepada Radar Tarakan, Minggu (23/11).
Tidak hanya membawa buku bacaan populer, program ini juga menyediakan modul pembelajaran dan buku bertema lokal yang relevan dengan kehidupan masyarakat sekitar.
Anak-anak dan remaja dapat mengenali flora, fauna, serta budaya adat Dayak melalui bahan bacaan menarik yang dirancang untuk memperkaya wawasan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap daerah sendiri.
Program ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Duta Baca, relawan literasi, komunitas pemuda, hingga tokoh adat. “Kami akan mengadakan sesi storytelling yang mengangkat cerita rakyat dan legenda Malinau.
Dengan begitu, anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga belajar memahami identitas budaya mereka,” tambahnya.
Melalui aksi nyata ini,ia berharap literasi dapat hadir lebih dekat bagi seluruh anak Malinau tanpa terkecuali baik yang tinggal di perkotaan maupun yang berada jauh di pedalaman.
“Mimpi kita sederhana pak, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk membaca, belajar, dan tumbuh. Lisanta adalah langkah awal menuju Malinau yang benar-benar cerdas literasi,” tutupnya. (*dip)
Editor : Azwar Halim