Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Resmikan Lomba Mural Anti Korupsi, Sekda Ernes Tekankan Pentingnya Sikap dan Karakter Untuk Hindari Korupsi

Dip Ratar • Jumat, 21 November 2025 | 12:43 WIB

 

MURAL: Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus saat meresmikan kegiatan Lomba Mural Anti Korupsi Malinau FOTO:DIPA/RADAR TARAKAN
MURAL: Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus saat meresmikan kegiatan Lomba Mural Anti Korupsi Malinau FOTO:DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Inspektorat Malinau menggelar Lomba Mural Anti Korupsi dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Siring Beton PDAM, Desa Kuala Lapang, Malinau Barat, pada Jumat (21/11) ini diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai instansi, komunitas seni, hingga pelajar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, hadir sekaligus meresmikan kegiatan tersebut.

Dalam penyampaiannya, Ernes menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada pengawasan atau perangkat teknologi, tetapi terutama pada pembentukan sikap dan karakter setiap individu.

Ia mengungkapkan bahwa mural dipilih sebagai media kampanye karena pesan visual dapat lebih cepat dibaca dan dipahami masyarakat.

Ia mengingatkan agar karya mural tidak bersifat tendensius atau menyudutkan individu tertentu, melainkan menyampaikan pesan universal tentang pentingnya kejujuran dan integritas.

“Aksi anti korupsi itu banyak bentuknya. Tapi yang paling penting adalah membangun sikap. Sekalipun seribu CCTV dipasang, kalau kita mau berbuat salah, tetap bisa terjadi. Yang harus dibangun adalah karakter,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa korupsi tidak hanya terjadi pada lingkup pejabat negara, tetapi bisa terjadi di berbagai level kehidupan, termasuk penyalahgunaan waktu, ketidakjujuran kecil, hingga praktik yang merugikan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Ernes turut menyinggung wacana dalam KUHAP baru mengenai sanksi sosial bagi pelaku tindak pidana, seperti pengembalian kerugian negara dan kerja sosial sesuai nilai kerugian yang belum dapat dibayarkan.

Menurutnya, mekanisme tersebut dapat menimbulkan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran publik.

“Mungkin nanti kalau ada orang yang bekerja di pinggir jalan dengan baju khusus, itulah sanksi sosial. Lebih memalukan, dan menjadi pengingat bagi semua,” ujarnya.

Dengan tema “Bersama Lawan Korupsi, Bersama Lindungi Malinau”, ia berharap kegiatan mural dapat memperkuat budaya integritas di Malinau.

Seni, menurutnya, mampu menjadi pengingat visual yang dilihat setiap hari oleh masyarakat bahwa korupsi merusak pembangunan, menghilangkan kesempatan, dan menghambat masa depan daerah.

Lebih lanjut, ia juga mendorong agar generasi muda terus diberi ruang untuk bersuara melalui seni mural, sehingga kampanye anti korupsi tidak berhenti hanya pada seremoni, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif.

“Malinau bukan hanya bicara wilayah, tetapi juga tentang orang-orangnya, tentang masa depan. Dengan bersama-sama melawan korupsi, kita wajib melindungi Malinau,” tutupnya. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#Lomba Mural #kaltara #malinau #Anti Korupsi #sekda