MALINAU – Program Desa Sarjana Unggul berhasil memeberangkatkan siswa Malinau untuk mengenyam pendidikan di luar negeri pada tahun 2025. Program ini menjadi program unggulan dan diharapkan mampu membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi putra-putri Malinau, khususnya mereka yang memiliki semangat belajar tetapi terbatas secara ekonomi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malinau, Muhammad Fiteriyadi, mengungkapkan bahwa enam peserta tahun ini dinyatakan lolos untuk melanjutkan pendidikan ke Tiongkok melalui skema kerja sama beasiswa internasional.
Dari enam peserta tersebut, empat orang telah berangkat lebih dulu ke Tiongkok, sementara dua peserta lainnya keduanya mengambil jurusan kedokteran dijadwalkan berangkat pada akhir November 2025.
“Yang ke luar negeri tahun 2025 ini, yang lewat program kerja sama itu sebenarnya ada sekitar 30-an anak. Namun yang memilih jalur ke Cina ada yang melalui ITCC dan ada juga melalui YPAN. Dari jalur YPAN, ada enam anak yang lolos,” ungkap Fiteriyadi kepada Radar Tarakan, Kamis (20/11).
Ia menjelaskan, empat peserta yang sudah berangkat menjalani proses lebih cepat karena program studi mereka tidak memerlukan kelengkapan dokumen tambahan. Sementara itu, dua peserta kedokteran masih menunggu penyelesaian beberapa berkas administrasi sebelum bisa diberangkatkan.
“Dua kedokteran ini diperkirakan akhir November berangkat ke Cina. Karena kedokteran ini khusus, ada beberapa dokumen yang harus dipenuhi dulu. Tapi sudah dipastikan mereka diterima di Guangxi Medical University,” katanya.
Adapun mahasiswa Malinau yang berangkat terdiri dari Bunga Cleo Darlina asal Desa Tanjung Nanga yang menempuh jurusan Kedokteran di Hubei Polytechnic University melalui Program Desa Sarjana.
Kemudian ada Crystian Rizki Arung Padang asal Desa Malinau Seberang dan Damarzon Daud asal Desa Sempayang yang sama-sama menempuh jurusan International Business Management di Jiangsu Vocational College of Business.
Sementara itu, Wulan asal Kecamatan Mentarang memilih jurusan Cyber Engineering di Guangxi Polytechnic of Construction. (*dip)
Editor : Azwar Halim