MALINAU – Upaya meningkatkan ketersediaan beras lokal melalui Program Pertanian Sehat (Pesat) mulai menunjukkan hasil nyata. Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Mika Dinata mengungkapkan, bahwa panen perdana padi dari Satgas Pesat telah resmi masuk ke gudang Perumda.
Hingga akhir November 2025, total 9,4 ton gabah telah dikirim oleh Satgas dari beberapa kecamatan. Jumlah tersebut merupakan hasil panen awal dari lahan yang dibuka pada musim tanam kedua.
“Dari masing-masing kecamatan sudah ada yang mengirim gabah ke gudang Perumda. Saat ini kurang lebih 9,4 ton sudah masuk,” katanya kepada Radar Tarakan, Kamis (20/11).
Ia menjelaskan, proses panen masih berlangsung di sejumlah lokasi. Kecamatan Malinau Utara dan Mentarang sedang melakukan panen, dan diperkirakan akan ada tambahan produksi dari sekitar 15 hektare lahan yang memasuki masa panen pada pekan depan.
“Panen masih berjalan. Malinau Utara panen, Mentarang juga. Minggu depan kurang lebih 15 hektare akan kita panen di tahun 2025 ini,” ujarnya.
Sementara itu, sebagian lahan lain berada pada musim tanam ketiga (MT3), sehingga waktu panennya diproyeksikan berlangsung pada Januari–Februari 2026.
Untuk tahun ini, Satgas Pesat menargetkan pembukaan 200 hektare lahan sawah di empat kecamatan. Dengan produktivitas rata-rata 3 ton per hektare, potensi total produksi mencapai 600 ton gabah, yang diharapkan dapat memperkuat pasokan Rasda Plus dan ketahanan pangan daerah.
Mika menambahkan bahwa kendala seperti hama burung, banjir, penyakit tanaman, serta keterbatasan pupuk dan sarana produksi masih menjadi tantangan. Meski begitu, masuknya gabah awal ke gudang Perumda menjadi indikator positif atas kerja Satgas Pesat di lapangan.
Program Pesat ini diharapkan mampu memperkuat produksi beras lokal dan mengurangi ketergantungan pada suplai dari luar Malinau. (*dip)
Editor : Azwar Halim