MALINAU — Arus perjalanan darat di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, meningkat tajam dalam rentan bulan Oktober 2025.
Aktivitas masyarakat selama rangkaian Irau dan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Malinau mendorong lonjakan signifikan pengguna layanan bus Damri.
Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah penumpang Damri pada Oktober mencapai 1.809 orang, naik 944 penumpang atau 109,19 persen dibandingkan September yang hanya mencatat 865 penumpang.
Pada September, penumpang yang berangkat dari Malinau tercatat 540 orang, sementara yang tiba dari luar daerah berjumlah 325 orang. Memasuki Oktober, mobilitas masyarakat meningkat seiring tingginya aktivitas perayaan daerah.
Penumpang yang berangkat melonjak menjadi 913 orang, sedangkan penumpang yang tiba di Malinau mencapai 896 orang.
Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Malinau, Erly Sumiati menjelaskan, bahwa kenaikan ini tidak hanya dipengaruhi oleh momentum perayaan daerah, tetapi juga dipicu oleh kebijakan baru pemerintah terkait subsidi angkutan darat.
“Tahun ini ada dua jenis subsidi darat yang kami inisiasi. Selain subsidi bus Damri Malinau–Tanjung Selor, ada juga subsidi transportasi darat di Malinau Selatan dan Sungai Tubu,” ujarnya.
Program subsidi ongkos angkut darat ini merupakan yang pertama kali dijalankan di Malinau. Sebelumnya, dukungan serupa hanya diberikan untuk transportasi barang dan penumpang pada layanan pesawat udara dan perahu panjang.
“Untuk darat, tahun ini pertama kali. Sudah kami uji coba bersama Pak Sekda untuk Damri, dan hasilnya mulai terlihat sejak pertengahan tahun,” tambahnya.
Pemkab Malinau memprediksi peningkatan mobilitas masyarakat melalui angkutan darat akan terus meningkat hingga memasuki masa libur akhir tahun. (*dip)
Editor : Azwar Halim