MALINAU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malinau kembali mengalami penghentian sementara setelah sempat berjalan sejak 22 Oktober 2025. Program yang sebelumnya terhenti pada 13 Agustus lalu akibat kendala operasional ini hanya mampu berjalan selama satu minggu, kini Program ini kembali terhenti sejak 12 November 2025.
Kepala SPPG Batu Lidung, Anugrah Jalung menjelaskan, bahwa penghentian kali ini disebabkan oleh kekosongan tenaga ahli gizi, yang memegang peran penting dalam memastikan kualitas dan keamanan pangan bagi para siswa penerima manfaat.
Sebanyak tujuh sekolah terdampak langsung atas terhentinya kembali layanan MBG, yaitu SD, TK PAUD Batu Lidung, SMPN 3 Tanjung Keranjang SMKN 1 dan SMKN 2 Malinau Kota serta SMPN 1 Malinau Kota.
Anugrah juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh siswa, orang tua, dan pihak sekolah atas ketidaknyamanan yang terjadi. Anugrah mengaku memahami kekecewaan banyak pihak karena program yang dinantikan ini kembali tidak dapat berjalan.
“Penghentian sementara ini dilakukan semata-mata demi menjaga standar gizi dan kesehatan anak-anak. Tanpa tenaga ahli gizi, kami tidak dapat memastikan kualitas serta keamanan pangan yang diberikan,” jelasnya.
Proses perekrutan tenaga ahli gizi baru saat ini sedang berlangsung dan menjadi prioritas utama agar MBG dapat kembali berjalan dengan lebih baik, terencana, dan berkelanjutan. Surat pemberitahuan resmi terkait penghentian sementara tersebut telah disampaikan kepada seluruh sekolah penerima manfaat.
Pihak SPPG memastikan bahwa program MBG akan kembali dilanjutkan segera setelah tenaga ahli gizi telah terekrut, sehingga layanan makan bergizi dapat kembali diberikan kepada para siswa secara aman dan sesuai standar. (*/dip)
Editor : Azwar Halim