MALINAU — Sebanyak 429 kepala daerah dari seluruh Indonesia menghadiri Rapat Koordinasi Kepala Daerah yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE BSD), Tangerang.
Kegiatan ini mengusung tema “Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran Tahun Anggaran 2026” dengan subtema “Sinergi Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Kita Semua.” Rakor ini menjadi momentum penting bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan zaman.
Acara dibuka dengan sambutan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen.
Ia menekankan bahwa revitalisasi pendidikan harus dilaksanakan secara menyeluruh, mulai dari pembenahan sistem pembelajaran hingga percepatan transformasi digital.
“Kita perlu bergerak bersama memastikan seluruh satuan pendidikan siap menghadapi era digital. Transformasi pendidikan bukan sekadar infrastruktur teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia,” ujarnya.
Selanjutnya, Pimpinan Komisi X DPR RI menyampaikan dukungan legislatif terhadap penguatan sistem pendidikan nasional, termasuk peningkatan mutu guru, pemerataan akses pendidikan, dan pengembangan kurikulum digital.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) turut menegaskan peran strategis pemerintah daerah dalam memastikan implementasi kebijakan berlangsung efektif di daerah.
Dalam agenda tersebut, Bupati Malinau Wempi W. Mawa hadir mewakili Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) sebagai Ketua Bidang Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Selain menjadi narasumber utama, Bupati Wempi juga mewakili APKASI dalam penandatanganan komitmen bersama sebagai simbol kolaborasi pusat–daerah untuk memperkuat revitalisasi pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.
Dalam sesi pemaparannya, Bupati Wempi menyampaikan berbagai langkah Kabupaten Malinau dalam memperkuat pembelajaran digital, termasuk pemanfaatan teknologi di wilayah pedalaman serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
“Transformasi pendidikan harus dimulai dari kolaborasi. Pemerintah daerah menjadi penggerak, guru sebagai pelaksana, dan masyarakat sebagai pendukung utama. Dengan sinergi, kita dapat menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan bukan hanya penggunaan perangkat teknologi, tetapi perubahan paradigma pembelajaran yang mendorong kreativitas, kemandirian, dan literasi digital peserta didik.
Rakor ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan kepala daerah dan lembaga terkait, termasuk APKASI.
Komitmen ini menegaskan tekad bersama dalam memperkuat kebijakan revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran tahun anggaran 2026.
Melalui pertemuan nasional ini, pemerintah pusat dan daerah berharap dapat mewujudkan pendidikan Indonesia yang inovatif, merata, dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa. (*dip)
Editor : Azwar Halim