MALINAU — Suasana hari ke-16 Festival Budaya Irau (FBI) ke-11 Kabupaten Malinau semakin meriah dengan digelarnya Lomba Gasing Tradisional. Kegiatan ini menjadi salah satu ajang olahraga tradisional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Malinau.
Ketua Panitia Lomba Gasing, Burhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Malinau.
"Lomba gasing ini antar kecamatan. Satu kecamatan maksimal dua tim, dan satu tim terdiri dari tiga orang. Peserta tahun ini luar biasa, jumlahnya meningkat dari sebelumnya," ujar Burhan.
Tahun ini, tercatat ada sembilan tim yang ikut berpartisipasi mewakili berbagai kecamatan di Kabupaten Malinau. Lomba dilaksanakan selama satu hari penuh, dimulai sejak pagi hingga selesai.
Burhan menegaskan, lomba ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk melestarikan budaya dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.
"Gasing ini olahraga tradisional yang menjadi bagian dari budaya kita. Dengan adanya lomba seperti ini, kita bisa melestarikan budaya agar tidak hilang. Budaya inilah yang menyatukan berbagai suku dan paguyuban di Malinau," jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, atas gagasan dan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai lomba olahraga tradisional dalam rangkaian Festival Irau.
"Kalau kegiatan seperti ini tidak diadakan, lama-lama bisa hilang. Padahal inilah budaya yang mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di Malinau," tambah Burhan.
Sebagai penutup, Burhan berharap agar lomba gasing dapat terus menjadi agenda rutin setiap pelaksanaan Festival Budaya Irau.
"Harapan saya, setiap Irau atau kegiatan budaya, lomba gasing ini tetap diadakan karena merupakan warisan budaya kita," pungkasnya. (*dip)
Editor : Azwar Halim