MALINAU — Festival Budaya Irau ke-11 (FBI) membawa berkah besar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Malinau. Antusiasme masyarakat yang tinggi serta hadirnya berbagai artis nasional menjadi magnet yang menggerakkan roda ekonomi lokal.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampak positif tersebut adalah Paman Sam (40), pemilik usaha Ayam Madu Tawau dan Mie Kawah. Setiap hari lapaknya selalu dipadati pengunjung, hingga ia harus mempekerjakan enam karyawan untuk melayani pembeli.
"Rata-rata omzet saya bisa tembus Rp8 juta per hari, dan waktu tampilnya Happy Asmara serta Silet Open Up, bisa sampai Rp 11 juta dalam satu malam," ujarnya.
Menu andalannya seperti sayap, butut, kulit, paha ayam, dan mie kawah menjadi favorit para pengunjung. Paman Sam pun optimis penampilan artis-artis berikutnya akan kembali mendongkrak penjualan.
"Saya yakin tiga artis berikutnya bakal meledak juga. Waktu Silet Open Up aja bisa sampai Rp 11 juta," katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Malinau Wempi W. Mawa atas terselenggaranya Festival Budaya Irau.
"Event seperti ini luar biasa. Sangat membantu UMKM kecil seperti kami. Semoga bisa terus diadakan setiap tahun," harapnya.
Cerita serupa datang dari Warung Djadul milik Ibu Yossi Rahmadina (53). Selama 15 hari berjualan di arena festival, warungnya yang terkenal dengan menu Kepiting Tumpah, Soto, dan Bakso selalu ramai didatangi pembeli.
"Biasanya paling tinggi dapat Rp 5 juta, tapi waktu ada artis Silet Open Up itu saya kaget bisa sampai Rp 8 juta, bahkan saat pembukaan saja dapat Rp 7 juta," ungkap Yossi.
Menurutnya, kehadiran banyak artis dan kemeriahan acara membuat omzet meningkat drastis.
"Tahun ini luar biasa. Kalau dulu waktu Irau 2023 paling dapat Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu per hari. Sekarang sepi-sepinya aja bisa Rp 2 juta," katanya.
Selain berdampak pada ekonomi, Yossi mengaku pendapatannya selama festival sangat membantu kebutuhan rumah tangganya.
"Alhamdulillah, sangat terbantu. Terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah mengadakan Irau ini. Ekonomi masyarakat meningkat, UMKM kecil bisa hidup," sebutnya.
Menjelang penampilan Jamrud dan Juicy Lucy, Yossi optimis penjualannya akan kembali meningkat.
"Kalau lihat dari ramai pengunjungnya, kayaknya bisa lebih tinggi lagi. Semoga rezekinya makin lancar," tukasnya.
Festival Budaya Irau ke-11 bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan hiburan rakyat, tetapi juga mesin penggerak ekonomi daerah.
Semangat para pelaku UMKM seperti Paman Sam dan Ibu Yossi menjadi bukti nyata bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan untuk kemajuan Malinau. (*dip)
Editor : Azwar Halim