Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Usai Festival Irau, Inilah Destinasi Wisata dan Budaya yang Wajib Dikunjungi di Malinau

Dip Ratar • Minggu, 12 Oktober 2025 | 19:07 WIB
Ozo Erick DESTINASI: Wisata Air Panas Semolon Salah satu destinasi wisata terbaik di Kaltara
Ozo Erick DESTINASI: Wisata Air Panas Semolon Salah satu destinasi wisata terbaik di Kaltara

MALINAU – Euforia Festival Budaya Irau ke-11 mengundang banyak penjung dari luar Malinau, terhitung telah memasuki hari ke lima kemegahan seni dan tradisi yang ditampilkan dalam event budaya terbesar di Kabupaten Malinau tersebut.

Festival irau tersisa 2 Minggu lagi, wisatawan tidak perlu langsung berkemas pulang. Malinau menyimpan banyak destinasi wisata budaya dan alam yang layak untuk dieksplorasi lebih dalam.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Malinau, Kristian, yang mendorong wisatawan untuk tidak hanya berkunjung saat momentum Festival Irau, tetapi juga melanjutkan perjalanan wisata menikmati kekayaan alam dan budaya yang ada di Bumi Intimung.

"Setelah Irau ini dan seterusnya kami berharap kunjungan wisata terus meningkat di Malinau. Malinau kaya akan budaya dan alamnya. Ada hutan yang alami, fauna yang beragam, dan destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi," ujarnya.

Bagi wisatawan yang memiliki waktu terbatas setelah menghadiri rangkaian kegiatan Irau, beberapa destinasi wisata berikut bisa menjadi pilihan karena lokasi yang mudah dijangkau:

1. Desa Wisata Pulau Sapi
Berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota. Terkenal dengan kerajinan anyaman, batik khas, serta ragam kuliner tradisional. Desa ini juga dikenal sebagai salah satu desa percontohan dengan tata kelola pemerintahan yang baik.

2. Desa Wisata Serindit
Terletak di Malinau Seberang. Penduduknya mayoritas bekerja sebagai petani dan nelayan tradisional. Pengunjung dapat menikmati nuansa desa sungai yang damai di tepian Sungai Sesayap.

3. Desa Budaya Tanjung Keranjang
Menampilkan kekayaan tradisi lokal dan seni budaya masyarakat setempat. Menjadi salah satu destinasi budaya terdekat yang direkomendasikan. Desa ini menampilkan kebudayaan dayak yang kental di tengah pemukiman kota.

Untuk wisatawan yang ingin menyelami budaya Dayak atau menikmati alam pedalaman yang masih asri, berikut pilihannya:

1. Desa Wisata Setulang
Terletak ±15 km dari kota. Dikenal dengan Hutan Adat Tana Olen seluas 5.300 hektare dan budaya Dayak Kenyah yang masih lestari.

2. Long Alango
Dikelilingi hutan adat dan pegunungan alami. Menawarkan wisata arung jeram Sungai Bahau dan tradisi Dayak Kenyah yang kental.

3. Apau Ping
Desa di perbatasan pedalaman, dihuni suku Dayak Kenyah Lepo’ Ke. Cocok untuk wisata budaya dan pertanian tradisional.

4. Long Loreh
Berjarak sekitar 2 jam dari kota. Memiliki daya tarik alam seperti Gunung Sidi, Rumah Adat Lamin, Monumen Cakimet, dan Air Terjun Kembar Sungai Udang.

Bagi pencinta wisata alam dan petualangan, Malinau juga punya destinasi air terjun dan air panas yang menawan:

1. Air Terjun dan Wisata Air Panas Semolon
Berada di Desa Paking, 27 km dari kota. Memiliki sembilan tingkatan kolam air panas alami yang dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan. Semolon merupakan destinasi yang cukup eksis di Kaltara, karena merupakan satu-satunya wisata air panasi alami di Kaltara.

2. Air Terjun Martin Billa
Air terjun setinggi 70 meter yang berada di tengah hutan tropis. Menyajikan pemandangan eksotis dan udara sejuk. Berada di Kecamatan Malinau Selatan, sekitar 100 km dari pusat kota Malinau dan sekitar 30 km dari Desa Long Loreh. Untuk mencapainya dari Malinau, dibutuhkan sekitar 3-5 jam perjalanan darat melalui rute Malinau - Long Loreh.

3. Air Terjun Seklibon
Masih di kawasan Desa Paking, dikelilingi hutan alami dengan panorama batuan besar yang menambah kesan alami dan menantang.

Adapun Taman Nasional Kayan Mentarang merupakan kawasan konservasi terbesar di Asia Tenggara dengan luas 1,36 juta hektare. Destinasi ini menjadi surga bagi pencinta alam, peneliti, dan wisatawan petualangan ekstrem.

"Kalau cukup waktu, destinasi wisata yang taraf internasional di sini adalah Taman Nasional Kayan Mentarang. Memang agak jauh dan biayanya relatif mahal, tapi semuanya akan terbayar dengan keindahan yang luar biasa," jelas Kristian.

Dengan kekayaan wisata alam, budaya, dan masyarakatnya yang ramah, Malinau bukan sekadar tempat penyelenggaraan Festival Irau. Kabupaten ini adalah surga tersembunyi di perbatasan Kalimantan yang siap menyambut siapa saja yang ingin menjelajahinya lebih jauh. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#festival irau #kaltara #malinau