Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Konser Mendadak Syahdu, Edane Bawakan Lagu Dayak Leleng di Tengah Hentakan Hard Rock

Dip Ratar • Minggu, 12 Oktober 2025 | 18:05 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN KONSER: Edane Saat membawakan lagu Khas Dayak Kenyah berjudul Leleng
DIPA/RADAR TARAKAN KONSER: Edane Saat membawakan lagu Khas Dayak Kenyah berjudul Leleng

MALINAU-Penampilan band hard rock legendaris Indonesia, Edane, pada Festival Budaya Irau ke-11 Kabupaten Malinau mendadak berubah syahdu ketika mereka membawakan lagu tradisional Dayak Kenyah berjudul “Leleng”.

Ribuan penonton yang semula larut dalam hentakan musik rock, tiba-tiba hening dan terbawa suasana emosional ketika melodi Leleng dimainkan.

Melodi pembuka terdengar saat Eet Sjahranie gitaris lagendaris yang dikenal dengan permainan gitar enerjiknya, memetik nada-nada khas Leleng dengan sentuhan rock yang lembut namun tetap berkarakter.

Sorakan penonton berubah menjadi decakan kagum, banyak yang langsung berdiri, mengangkat kamera, dan ikut bernyanyi bersama.

Lagu Leleng merupakan lagu tradisional suku Dayak Kenyah yang populer di Kalimantan. Biasanya dibawakan dengan instrumen tradisional seperti sape’ dan memiliki makna ajakan untuk bergembira dan menari bersama dalam suasana persahabatan dan kekeluargaan.

Namun malam itu, Leleng hadir dalam balutan musik rock yang sentimental tanpa kehilangan ruh tradisinya.

Tak hanya menyentuh secara musikal, momen itu juga menghadirkan kedekatan emosional antara Edane dan masyarakat Malinau. Di sela jeda lagu, vokalis Ervin Nanzabakri menyapa penonton dengan hangat.

"Sejauh seribu lima ratus kilometer lebih, akhirnya nyampe juga Edane di sini. Terima kasih Pak Bupati dan Wakil Bupati, terima kasih jamuannya makanannya enak-enaknya" ucap Ervin yang langsung disambut tepuk tangan riuh.

Pembawaan Leleng oleh Edane menjadi bentuk penghormatan terhadap budaya Dayak dan memperlihatkan bagaimana musik tradisi dapat berpadu harmonis dengan genre rock modern.

Penampilan ini menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang pagelaran Festival Irau selama hampir sepekan ini.

Konser yang awalnya dipenuhi energi keras dan liar khas hard rock, berubah menjadi momen penuh makna, mempertemukan musik, budaya, dan identitas lokal dalam satu panggung besar. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#konser #kaltara #syahdu #malinau #hard rock