Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kagumi Kerukunan Antar Etnis, Presiden Lundayeh Sabah: Irau Malinau Contoh Harmoni Budaya di Borneo

Dip Ratar • Kamis, 9 Oktober 2025 | 17:25 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN Presiden Lundayeh Sabah, Malaysia, Datuk Pangeran Lalong
DIPA/RADAR TARAKAN Presiden Lundayeh Sabah, Malaysia, Datuk Pangeran Lalong

MALINAU – Presiden Lundayeh Sabah, Malaysia, Datuk Pangeran Lalong, turut hadir dalam Festival Budaya Irau ke-11 Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Ia terlihat menyaksikan langsung prosesi ritual adat sakral Lundayeh Ngikit Fadan Liu Burung Ame Ku Radcha Bawang Idi Nued Tana yang ditampilkan Irau ke-11.

Datuk Pangeran Lalong menyampaikan kekagumannya terhadap keberagaman etnis yang hidup rukun di Kabupaten Malinau. Menurutnya, harmoni sosial yang terbangun melalui media budaya seperti Irau merupakan kekuatan besar yang patut menjadi teladan bagi wilayah lain, termasuk Sabah.

"Pahaman saya, bagi etnik yang pelbagai itu harus datang ke Malinau. Kerana di negeri-negeri lain kalau kami di Sabah, tidak ada perayaan seperti ini," ujarnya Kepada Radar Tarakan.

Ia menjelaskan bahwa di banyak daerah, perayaan budaya biasanya digelar oleh pemerintah semata. Namun di Malinau, perayaan budaya justru tumbuh dari semangat kebersamaan seluruh etnis.

"Adapun perayaan itu dikendalikan oleh pemerintah. Tetapi di Malinau, perayaannya dikendalikan oleh semua etnik yang ada di Malinau. Dan ini menjadi satu contoh untuk membantu kerajaan untuk menutup keharmonian di kalangan etnik-etnik yang berbeza di dalam satu-satu wilayah," lanjutnya.

Datuk Pangeran Lalong menilai kekayaan budaya yang tumbuh di Malinau adalah pelajaran berharga bagi masyarakat di Sabah dalam upaya memperkuat persatuan.

"Ini menjadi contoh yang sangat kami hargai. Bagaimana banyak suku di Malinau bisa hidup rukun dan saling menghormati. Hal ini memberi kami inspirasi untuk terus memupuk kebersamaan di antara etnis-etnis di Sabah, Malaysia," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Festival Irau bukan hanya ajang pertunjukan budaya, tetapi juga ruang pemersatu masyarakat.

"Festival ini mampu mengumpulkan beragam budaya dari berbagai etnis, ini memperkuat keharmonisan sesama masyarakat," katanya.

Kehadiran tokoh adat sekaligus pemimpin budaya dari negara tetangga ini menegaskan bahwa Festival Budaya Irau Ke-11 bukan sekadar agenda seni, tetapi telah berkembang menjadi ruang pertemuan budaya lintas batas negara di Borneo. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #kerukunan antar etnis #Irau #malinau