MALINAU – Band legendaris Slank tak hanya tampil menghibur di panggung utama Festival Budaya Irau ke-11 dan HUT ke-26 Kabupaten Malinau, tetapi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap geliat ekonomi dan kekayaan budaya masyarakat setempat.
Gitaris Slank, Abdee Negara mengaku, kagum dengan antusiasme masyarakat Malinau dalam menampilkan potensi lokal, terutama melalui stand UMKM yang berjejer di sekitar area festival.
"Yang menarik di sini, UMKM-nya ramai banget dari segala macam produk. Kreatif banget masyarakatnya," ujar Abdee Kepada Radar Tarakan, Rabu (8/10).
Personil menghabiskan waktu selama empat hari di Bumi Intimung Malianu, selama di Malinau mereka juga berwisata kuliner di Desa Wisata Pulau Sapi dan menyusuri sungai.
Bimbim sang drummer menilai bahwa keindahan budaya lokal dan keramahan warga Malinau menjadi daya tarik tersendiri bagi Slank.
"Kita bangga bisa datang lagi ke Malinau, ikut pesta budayanya, sangat meriah. Kemarin juga sempat keliling sungai, makan di Pulau Sapi, happy banget lah pokoknya," katanya.
Ketika ditanya mengenai hal yang paling berkesan selama berada di Kabupaten Malinau, para personel Slank kompak menyebutkan kuliner khas daerah sebagai pengalaman yang tak terlupakan.
Drummer Slank, Bimbim, bahkan menambahkan kesannya terhadap pesona perempuan Malinau. "makanannya khasnya enak-enak, Cewek Dayak juga cantik-cantik sih," ujarnya.
Sebelumnya Slank tampil berbeda dari biasanya, para personel Slank mengenakan pakaian adat Dayak, menambah semarak kolaborasi spektakuler mereka dengan 1.000 penari kolosal dari berbagai etnis di Malinau. (*dip)
Editor : Azwar Halim