0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Penyambutan Tamu Kehormatan di Festival Irau ke-11 Malinau Dilakukan dengan Prosesi Adat Tidung Timung Pensaluy

Dip Ratar • Selasa, 7 Oktober 2025 | 13:51 WIB

 

DIPA/RADAR TARAKAN PROSESI: Penari Adat Tidung mengiringi tamu kehormatan dalam pembukaan Festival Budaya Irau ke-11 Malinau
DIPA/RADAR TARAKAN PROSESI: Penari Adat Tidung mengiringi tamu kehormatan dalam pembukaan Festival Budaya Irau ke-11 Malinau

MALINAU – Pembukaan Festival Budaya Irau ke-11 dan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Malinau pada Selasa (7/10) berlangsung meriah dan penuh makna budaya.

Salah satu momen istimewa dalam rangkaian acara di Panggung Padan Liu Burung dan Lapangan Prosehat adalah penyambutan tamu kehormatan dengan prosesi adat Tidung, Timung Pensaluy.

Prosesi ini menjadi simbol penghormatan dan doa selamat bagi para tamu yang hadir. Ketua Panitia Irau ke-11, Ernes Silvanus menjelaskan, bahwa setiap tahun panitia memberikan kesempatan kepada etnis berbeda untuk menampilkan prosesi adat penyambutan.

"Tahun lalu kan dari Kenyah, sekarang giliran Tidung. Harapan kita, setiap kegiatan selalu ada etnis berbeda yang melakukan penyambutan agar semua budaya di Malinau bisa tampil dan dikenal," ujar Ernes.

Tokoh Adat Tidung, Basrin Ilak menjelaskan, bahwa Timung Pensaluy berasal dari bahasa Tidung yang berarti air penyejuk. Tradisi ini biasa dilakukan untuk menyambut tamu kehormatan sebagai simbol kesejukan hati dan penghormatan tulus.

"Timung Pensaluy ini artinya air penyejuk dalam bahasa kami. Sering dilakukan saat kami menyambut tamu kehormatan. Di dalamnya terselip doa agar tamu yang datang diberi keteduhan hati dan keselamatan," ungkap Basrin.

Makna filosofis prosesi ini begitu dalam. Timung Pensaluy mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak selalu bergemuruh, melainkan hadir dalam keteduhan dan keseimbangan.

Kesejukan bukan tanda kelemahan, melainkan syarat keberanian sebab hanya hati yang tenang mampu memilih dengan jernih dan bertindak dengan ikhlas.

Prosesi adat ini menjadi pembuka yang sarat pesan sebelum rangkaian acara dilanjutkan dengan peresmian pembukaan oleh Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Komjen Pol Makhruzi Rahman, mewakili Menteri Dalam Negeri, serta pertunjukan megah 1.000 penari kolosal berkolaborasi dengan grup musik legendaris Slank. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#festival irau #kaltara #malinau #adat tidung timung pensaluy