Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Perjalanan Ekstrem Warga Long Pala Malinau Hadiri Irau 2025, Dua Hari Naik Ketinting Bawa Produk UMKM

Dip Ratar • Selasa, 23 September 2025 | 16:52 WIB
ISTIMEWA EKSTREM: Warga Desa Pedalaman Long Pala saat menaiki Longboat sebagai tranportasi utama
ISTIMEWA EKSTREM: Warga Desa Pedalaman Long Pala saat menaiki Longboat sebagai tranportasi utama

MALINAU – Masyarakat pedalaman Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, menunjukkan antusiasme tinggi untuk membawa hasil karya tangan mereka ke Festival Budaya Irau 2025.

Demi ikut berpartisipasi, mereka rela menempuh perjalanan jauh, bahkan harus bermalam di desa-desa yang dilalui.

Camat Mentarang Hulu, Paris mengungkapkan, sebagian warga sudah mulai bergerak menuju pusat kabupaten.

"Bahkan ada yang dari paling ujung, yaitu Desa Long Pala. Mereka harus menggunakan ketinting selama dua hari baru tiba di Malinau," ujarnya, Selasa (23/9).

Menurutnya, warga dari Long Pala biasanya berangkat menggunakan ketinting menuju Long Berang. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan longboat menuju ibu kota kabupaten.

Paris menambahkan, selain jarak yang jauh, biaya transportasi yang dikeluarkan juga tidak sedikit. "Walaupun dengan biaya yang tinggi, antusias masyarakat untuk menyesuaikan kegiatan ini luar biasa," katanya.


Ia menjelaskan, rombongan warga biasanya bermalam terlebih dahulu di Long Berang, ibu kota kecamatan, sebelum melanjutkan perjalanan ke Malinau. "Total perjalanan bisa memakan waktu dua hari," imbuhnya.

Selain menghadiri acara budaya, warga pedalaman juga membawa produk unggulan desa masing-masing untuk dijual di stand UMKM Irau 2025.

"Mereka tahu Irau nanti banyak wisatawan datang. Jadi produk khas seperti parang adat, tombak, alat penangkap ikan tradisional, hingga kerajinan tangan dari bahan lokal seperti anjat dan tampi juga mereka siapkan untuk dipamerkan dan dijual," terang Paris.

Menurutnya, pemerintah desa juga diarahkan untuk membeli produk-produk itu terlebih dahulu agar masyarakat tidak menanggung risiko jika barang belum terjual. "Kami ingin UMKM kita tetap semangat dan tidak khawatir rugi," tegasnya. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #umkm #Irau #Long Pala Malinau