Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dari Pedalaman Bahau Hulu ke Panggung Irau Malinau, Saung Khas Dayak Kenyah Siap Menyapa Wisatawan

Dip Ratar • Minggu, 21 September 2025 | 15:23 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN KHAS: Ibu Marisiti Merang salah satu pengrajin dari Kecamatan Bahau Hulu saat menyelesaikan Saungnya untuk dipasarkan pada Irau 2025
DIPA/RADAR TARAKAN KHAS: Ibu Marisiti Merang salah satu pengrajin dari Kecamatan Bahau Hulu saat menyelesaikan Saungnya untuk dipasarkan pada Irau 2025

MALINAU – Dari pedalaman Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, para pengrajin Dayak Kenyah bersiap membawa hasil karya terbaik mereka ke panggung Irau Malinau ke-11. Event budaya terbesar di Malinau yang akan dibuka pada 7 Oktober 2025 ini menjadi momen penting bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk khas daerahnya.

Ibu Marsiti Merang dan Ibu Ubung Anem, dua pengrajin dari Bahau Hulu, menyampaikan bahwa mereka telah menyiapkan lebih dari 20 unit saung khas Dayak Kenyah beserta kerajinan lain seperti tas, topi, dan gelang.

"Saung ini kami buat sendiri, motif khas Dayak Kenyah Lepu’ Ke, Lepu’ Ma’ut, Oma’ Long. Prosesnya lama pak, bisa sampai satu bulan untuk satu saung karena ini bahan diambil dari bambu, pewarna dari kulit kayu, lalu dianyam terus dikeringkan," ujar Marsiti Merang.

Produk saung tersebut dipasarkan dengan harga bervariasi, mulai Rp 250 ribu untuk ukuran kecil, Rp 350 ribu untuk sedang, Rp 500 ribu untuk besar, hingga Rp 1 juta untuk motif tertentu. "Kami biasanya jual di Facebook dan WhatsApp, sama kalau ada kunjungan pejabat kami tawarkan juga. Tapi paling laris itu kalau ada acara pak seperti irau" tambahnya.

Para pengrajin menjelaskan hasil penjualan ini membantu biaya rumah tangga mereka. Hasil penjualan kerajinan ini digunakan untuk membantu biaya pendidikan anak dan kebutuhan rumah tangga.

"Kami senang sekali ada Irau karena bisa berjualan. Kami memang menyiapkan produk khusus untuk Irau, dan berharap banyak pembeli nanti," ungkap Ubung Anem.

Event kebudayaan Irau Malinau ke-11 ini telah menyiapkan lapak UMKM dan telah isi sekitar 500 pelaku usaha lokal. Event ini juga akan menampilkan kebudayaan dari berbagai etnis yang telah lama bermukim di Malinau sebagai bentuk persatuan di bumi intimung. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #saung #Dayak #malinau