MALINAU – Kegiatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK dan Jambore Kader PKK di Kabupaten Malinau memberi dampak signifikan bagi pelaku UMKM lokal.
Selama empat hari pelaksanaan, perputaran uang dari transaksi UMKM tercatat hampir mencapai Rp 200 juta. Produk yang dipasarkan meliputi kuliner, batik, hingga kerajinan rotan.
Ketua TP PKK Kabupaten Malinau, Maylenty, menyampaikan kegiatan ini bukan hanya ajang silaturahmi kader PKK, tetapi juga ruang pemberdayaan UMKM dari berbagai kecamatan.
"Dalam kegiatan ini kita memberi kesempatan kepada UMKM untuk menjual produk lokal, mulai dari kue basah, makanan, hingga kerajinan tangan," ujar Maylenty kepada Radar Tarakan.
Maylenty merinci, penjualan kuliner tembus Rp 136 juta lebih, batik Rp 36 juta, dan produk rotan sekitar Rp 10 juta. Nilai tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap hasil karya lokal.
Menurutnya, HKG PKK juga menjadi wadah penerapan program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Program ini diharapkan mendorong ibu-ibu di Malinau agar semakin kreatif dan produktif untuk menambah pendapatan rumah tangga.
"Bagaimana ibu-ibu di Malinau bisa kreatif, aktif, dan berdaya melalui usaha mereka. Itu tujuan kita," ungkapnya.
Selain mencatat transaksi besar, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi produk daerah. Maylenty menekankan pentingnya penggunaan produk lokal dalam kehidupan sehari-hari.
"Promosi itu harus dilakukan setiap saat, dimulai dari yang kita pakai. Kalau batik kita, gunakan batik kita. Kalau makanan, pilih makanan lokal," tegasnya.
Ia menambahkan, arahan Bupati Malinau juga mendorong agar setiap kegiatan daerah selalu melibatkan UMKM. Bahkan di akhir pekan rutin digelar kegiatan untuk memasarkan produk lokal.
"Harapannya, kemandirian keluarga di Malinau terus tumbuh melalui kreativitas dan semangat para ibu," tambahnya.
Pelaku usaha kerajinan asal Malinau Barat, Maria, mengaku penjualan produknya selama kegiatan cukup menggembirakan. "Banyak pengunjung membeli hasil anyaman rotan kami. Acara seperti ini sangat membantu pejualan kami," ucap Maria. (*dip)
Editor : Azwar Halim