MALINAU – Ajang 2 tahunan Irau 2025 kembali menjadi magnet bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Malinau. Hingga Kamis, (11/9), tercatat 532 UMKM lokal telah mendaftar untuk mengikuti pameran dan stand Irau 2025.
Irau 2025 menjadi pusat ekonomi kreatif daerah, karena menghadirkan beragam produk lokal seperti kerajinan khas dayak dari berbagai suku dan kuliner khas daerah serta memacu perputaran ekonomi masyarakat melalui UMKM.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop Malinau, Melani Indah mengatakan, pendaftar membludak pada hari kedua. Ratusan pelaku usaha memadati kantor pendaftaran Stand UMKM Irau 2025.
"Kuotanya sebenarnya hanya 408 stand, jadi kami akan melakukan seleksi. Dalam flayer sudah kami cantumkan prioritas bagi peserta yang memiliki sertifikat pelatihan, terutama keamanan pangan dan badan kewirausahaan," ujarnya.
Melani menjelaskan tahapan seleksi dimulai 12–16 September, pengumuman hasil pada 17 September, kemudian penandatanganan surat pernyataan pada 18 September. Setelah itu dilakukan penentuan lot penempatan 23 September dan pembangunan rangka stand mulai 29 September hingga 4 Oktober.
Tingginya animo peserta didominasi oleh sektor kuliner dengan total 349 pendaftar, disusul kafe, kerajinan tangan, fashion, aksesoris, hingga mainan. Pemerintah juga menyediakan kuota per jenis usaha agar keberagaman produk tetap terjaga.
Melani menegaskan tidak ada pungutan biaya bagi pelaku UMKM. Pemerintah daerah hanya menghimbau peserta menjaga kebersihan stand masing-masing dengan menyediakan tempat sampah, guna mempermudah petugas DLH melakukan pengangkutan.
Dengan tingginya antusiasme UMKM lokal, Irau 2025 diharapkan benar-benar menjadi ajang promosi sekaligus pusat ekonomi kreatif Malinau yang dapat meningkatkan daya saing produk lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (*dip)
Editor : Azwar Halim