Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bupati Malinau: Guru Adalah Pilar Utama Bangsa, PGRI Harus Jadi Wadah Nyata Peningkatan Mutu Pendidikan

Dip Ratar • Jumat, 29 Agustus 2025 | 18:04 WIB
Bupati Kabupaten Malinau, Wempi W. Mawa FOTO:DIPA/RADAR TARAKAN
Bupati Kabupaten Malinau, Wempi W. Mawa FOTO:DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU – Bupati kabupaten Malinau, Wempi W. Mawa, menyampaikan pandangan dan harapannya kepada pengurus baru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Malinau.

Bupati menegaskan bahwa guru merupakan pilar utama bangsa dan masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diberikan oleh para pendidik.

"Guru adalah masa depan atau harapan bangsa. Salah satu tujuan bernegara, sebagaimana diatur dalam UUD 1945 pasal 31, secara tegas menyebutkan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara sekaligus kewajiban bersama untuk menyukseskannya," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki amanat konstitusi untuk mengalokasikan 20 persen anggaran pendidikan dalam APBN maupun APBD.

Hal itu, kata Bupati, harus dijalankan demi mewujudkan generasi unggul dan berakhlak mulia.

Bupati Wempi berharap PGRI Kabupaten Malinau tidak hanya menjadi organisasi yang bergerak secara seremonial, melainkan menjadi wadah nyata yang menghimpun pemikiran, semangat, serta aspirasi para pendidik.

"PGRI harus menjadi rumah besar bagi para guru, bagi siapa pun yang peduli pada dunia pendidikan. Kita ingin organisasi ini benar-benar berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta mendorong sertifikasi bagi seluruh guru di Kabupaten Malinau," jelasnya.

Ia juga mencontohkan dedikasi para pendidik yang tetap aktif meskipun telah memasuki masa purna tugas. Hal itu menurutnya menjadi teladan bahwa pendidikan adalah panggilan hidup, bukan sekadar pekerjaan.

Dalam pandangannya mengenai sistem pendidikan nasional, Bupati Malinau turut menyinggung kebijakan wajib belajar dan konsep Merdeka Belajar.

Menurutnya, kebebasan belajar harus diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan, bukan justru menurunkan standar.

"Coba kita jujur bertanya, apakah dengan adanya Merdeka Belajar, kualitas pendidikan kita semakin baik atau justru menurun? Inilah tugas bersama, termasuk PGRI, untuk memberikan pokok-pokok pikiran yang bisa menjadi rekomendasi bagi pengambil kebijakan nasional," ungkapnya.

Sebagai Ketua Asosiasi Kepala Daerah Bidang Pendidikan, Wempi juga mendorong agar kewenangan pengelolaan SMA/SMK sederajat dapat dikembalikan ke kabupaten/kota.

Hal ini dinilainya penting untuk mempercepat penanganan persoalan klasik pendidikan di daerah, khususnya yang memiliki wilayah luas seperti Malinau.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus PGRI periode sebelumnya atas kontribusinya, sekaligus memberikan dorongan semangat kepada pengurus baru agar mampu menjalankan program dengan baik dan memperjuangkan kesejahteraan guru.

"Menjadi Guru punya peran besar, tetapi juga harus mendapatkan hak yang seimbang. Pemerintah Kabupaten Malinau membuka diri terhadap aspirasi PGRI demi kesejahteraan guru. Selamat bertugas kepada pengurus baru PGRI, semoga mampu mempersatukan seluruh anggota dan mewujudkan program demi peningkatan kualitas pendidikan di Malinau," tutupnya. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #Bupati Malinau #Guru Pilar Utama Bangsa #pgri