MALINAU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah untuk siswa sekolah terpaksa terhenti di Kabupaten Malinau. Di SMPN 1 Malinau Kota, program yang dimulai pada 4 Agustus lalu hanya sempat berjalan selama tujuh hari sebelum dihentikan pada 13 Agustus 2025.
SMPN 1 Malinau Kota sebelumnya menjadi sekolah pertama yang dijadikan lokasi uji coba program MBG. Antusiasme siswa dan guru cukup meriah dalam menyambut program ini.
Sejauh ini, uji coba program tersebut baru berjalan kurang lebih satu minggu, semenjak di hentikan.
Kepala Sekolah SMPN 1 Malinau Kota, Daud Impung, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya program MBG yang menurutnya sangat dibutuhkan oleh anak-anak. Namun, ia juga menyayangkan penghentian mendadak tersebut.
"Program ini benar-benar mengenal kebutuhan mendasar siswa kita. Harapan kami seharusnya dilanjutkan, tentu dengan perbaikan-perbaikan ke depan," ungkap Daud kepada Radar Tarakan, Senin (19/8).
Selama tujuh hari pelaksanaan, pihak sekolah rutin melakukan evaluasi, termasuk soal keterlambatan pengiriman makanan dari dapur umum. Meski ada kendala teknis, siswa dan orang tua menyambut baik program ini.
"Anak-anak menyampaikan kekecewaan kenapa harus terhenti, karena mereka senang sekali dilayani setiap hari. Orang tua juga merasakan manfaatnya," tambahnya.
Menurut informasi yang diterima sekolah dari SPPG Batu Lidung dan dapur umum penyedia MBG, penghentian program masih berlangsung dengan batas waktu yang belum ditentukan.
Sebelum adanya MBG, Pemkab Malinau sudah lebih dulu menjalankan program bantuan seragam sekolah lewat Wajib Belajar Malinau Maju. Daud menilai kedua program ini saling melengkapi dan berdampak positif bagi generasi muda Malinau. (*dip)
Editor : Azwar Halim