MALINAU — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa makanan yang disajikan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, telah memenuhi standar nilai gizi yang ditetapkan.
Kepala Regional BGN Kalimantan Utara, Aji Sanjaya menyampaikan, pelaksanaan MBG di Malinau mendapatkan perhatian khusus, terutama dalam hal kualitas menu dan mekanisme distribusinya.
Ia menjelaskan bahwa pengantaran makanan dilakukan dengan menyesuaikan waktu istirahat siswa agar makanan tetap layak konsumsi saat diterima.
"Pelaksana tentunya harus berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan waktu pengantaran. Karena ada batas waktu maksimal penyajian, maka harus tepat agar tetap aman dan layak konsumsi," kata Aji kepada Radar Tarakan.
Dari sisi kandungan gizi, menu yang disajikan terdiri dari karbohidrat, protein, sayuran, dan buah, yang sudah diukur berdasarkan kebutuhan harian siswa.
"Komposisi makanannya sudah dihitung oleh ahli gizi, mulai dari jumlah gram nasi, lauk, hingga buahnya. Semuanya sesuai dengan AKG untuk usia pelajar," jelasnya.
Menanggapi adanya anggapan bahwa porsi makanan terlihat kecil, Aji menegaskan bahwa ukuran tersebut sudah tepat.
"Secara kasat mata mungkin terlihat sedikit dibandingkan porsi orang dewasa. Tapi untuk anak usia sekolah, itu sudah cukup dan sesuai dengan kebutuhan mereka," tambahnya.
Kepala Yayasan Hidup Berbagi Kasih, Litad Merry Destiani, turut menjelaskan, sebanyak 2.140 paket makanan disitribusikan kepada siswa dari tiga sekolah di Malinau Kota, serta distribusi dilakukan secara bertahap.
"Beberapa minggu ke depan kami akan evaluasi. Mungkin pada minggu ketiga atau keempat jumlah porsi akan ditambah," ujarnya.
Terkait anggaran, Litad menyebutkan bahwa harga pengadaan per porsi disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan.
Untuk SD kelas 4 hingga kelas 6, SMP, dan SMA ditetapkan sebesar Rp10.000 per porsi, sedangkan untuk TK, PAUD, dan SD kelas 1 hingga kelas 3 sebesar Rp8.000 per porsi.
"Dengan nominal tersebut, saya rasa masih cukup untuk wilayah Malinau," pungkasnya.
Untuk menu makanan yang dibagikan siswa menerima nasi putih, tumis kacang panjang, wortel dan kol, ayam kecap, tahu, serta potongan semangka. Litad juga memastikan bahwa menu akan berganti setiap hari, menyesuaikan dengan kebutuhan gizi anak-anak. (*dip)
Editor : Azwar Halim