Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pemkab Malinau Gelontorkan Rp 7 Miliar untuk Ketahanan Pangan Lewat PESAT

Dip Ratar • Selasa, 5 Agustus 2025 | 21:20 WIB
PESAT: Satgas Pesat saat melakukan penanaman padi pada area lahan yang dikelola Dinas Pertanian.FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
PESAT: Satgas Pesat saat melakukan penanaman padi pada area lahan yang dikelola Dinas Pertanian.FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7 miliar melalui program unggulan PESAT (Pertanian Sehat) untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Anggaran tersebut diperuntukan untuk program PESAT, yang terdiri dari Satgas Pesat, tenaga lapangan dan teknis terkait di bawah Dinas Pertanian.

Bupati Malinau Wempi W. Mawa menegaskan, program PESAT merupakan satu dari lima prioritas utama.

Ia menekankan pentingnya ketahanan pangan yang bersumber dari lahan dan tangan masyarakat Malinau sendiri.

"Saya percaya bahwa semangat yang saat ini kita kerjakan adalah komitmen bersama. Jika kita ingin makan dari hasil tanah kita sendiri, maka kita harus serius mengelola ini. Pesat adalah salah satu bukti komitmen saya untuk rakyat Malinau," ujarnya.

Wempi juga menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Ia mengapresiasi para petani dan Satgas PESAT yang bekerja langsung di lapangan, bahkan menyebut mereka sebagai pahlawan bagi bumi Intimung.

"Apa yang Satgas Pesat kerjakan bukan sekadar pekerjaan, tapi tanggung jawab besar bagi banyak orang. Kalau berhasil, itu karena kerja keras kita semua. Kalau gagal, saya yang bertanggung jawab," tegasnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa anggaran sebesar Rp 7 miliar tersebut berasal dari APBD Kabupaten Malinau, yang sebagian besar dananya bersumber dari bagi hasil sektor.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya transparansi dan pertanggungjawaban.

"Dari Rp 7 miliar ini, apa hasil yang kita dapatkan dalam satu tahun? Kalau sesuai target, tahun depan kita naikan lagi program pesat di Kabupaten Malinau," katanya.

Menurut Wempi, setiap rupiah dari uang rakyat harus memberikan manfaat langsung. Mulai dari pembelian bibit, operasional pertanian, hingga honor para Petani Satgas Pesat, semuanya harus dipastikan berdampak nyata bagi produksi pangan daerah.

Program PESAT diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan Kabupaten Malinau, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

"Kalau perut kenyang, semua masalah jadi ringan. Karena itu, ketahanan pangan adalah fondasi dari pembangunan," tutupnya.

Dengan komitmen kuat dan partisipasi aktif masyarakat, Kabupaten Malinau optimis mampu menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #pemkab malinau #ketahanan pangan