Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jumlah Siswa SLB Malinau Meningkat, Total Capai 137 Siswa

Dip Ratar • Minggu, 20 Juli 2025 | 17:32 WIB
Kepala Sekolah SLBN Malinau, Sukaca, S.Pd.SD. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
Kepala Sekolah SLBN Malinau, Sukaca, S.Pd.SD. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU – Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Malinau mencatat jumlah siswa tahun ajaran 2024/2025 mencapai 137 orang, meningkat lima siswa dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 132.

Kenaikan ini menunjukkan kebutuhan pendidikan khusus di wilayah Malinau terus meningkat, terutama bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Kepala Sekolah SLBN Malinau, Sukaca, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa siswa yang terdaftar berasal dari berbagai kecamatan, di antaranya Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat, dan sebagian kecil dari Pulau Sapi.

"Kami sebenarnya tidak menduga jumlah siswa bertambah, karena ini berarti kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus juga meningkat. Tapi kami tetap siap memberikan layanan terbaik untuk mereka," ujarnya.

Dari total tersebut, siswa terbagi ke dalam tiga jenjang pendidikan, yaitu Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dengan 78 siswa, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) dengan 35 siswa, dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) sebanyak 24 siswa.

Kategori disabilitas yang paling banyak ditangani adalah tuna grahita dan autisme, dengan rasio siswa laki-laki sekitar 90 orang dan sisanya perempuan sekitar 40 orang.

Sukaca menegaskan bahwa pendidikan di SLB tidak dapat disamakan dengan sekolah reguler. Kurikulum disesuaikan dengan kemampuan individu setiap siswa, melalui asesmen awal dan pendekatan pembelajaran berbasis kebutuhan.

"Kami tidak bisa memaksakan kurikulum umum. Misalnya, meski anak sudah di SMA, tapi jika kemampuannya masih setara SD, materi yang diberikan juga harus disesuaikan. Fokus kami bukan sekadar akademik, tapi juga kemandirian siswa," jelasnya.

SLBN Malinau saat ini belum membuka layanan untuk jenjang Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB) karena keterbatasan tenaga pengajar.

Namun, sekolah telah menyediakan kelas prakondisional khusus bagi anak-anak autis yang belum siap masuk kelas reguler, dengan metode terapi khusus berdurasi sekitar satu jam per hari di tahap awal.

Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan provinsi, SLBN Malinau terus berupaya menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas.

Fasilitas yang diberikan kepada siswa mencakup antar jemput gratis, alat bantu belajar, hingga perlengkapan sekolah seperti seragam dan sepatu.

Sukaca berharap dukungan ini terus berlanjut agar hak pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas dapat terpenuhi secara optimal. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#siswa #malinau #slb