MALINAU — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Malinau terus mendorong kesadaran dan aksi nyata pelestarian lingkungan di kalangan pelajar.
Melalui program Sekolah Adiwiyata, DLH mengajak sekolah-sekolah untuk tidak hanya fokus pada penanaman pohon, tetapi juga lebih aktif dalam mengelola sampah plastik.
Kepala DLH Malinau, dr. John Felix Rundupadang, mengatakan bahwa penanaman pohon memang merupakan kegiatan yang sering terlihat di sekolah Adiwiyata.
Namun, ia menekankan bahwa isu utama yang diangkat tahun ini adalah pengurangan polusi akibat sampah plastik.
"Kalau tidak ada halangan, minggu depan kita akan lakukan penanaman pohon di beberapa sekolah. Tapi yang juga penting adalah tema lingkungan kita tahun ini, hentikan polusi sampah plastik. Itu juga harus jadi perhatian sekolah," ujarnya.
Ia menyoroti bahwa sebagian besar sampah dari aktivitas di lingkungan sekolah berasal dari plastik.
Untuk itu, DLH telah bekerja sama dengan CV Almaira Hijau Lestari dalam pengelolaan sampah botol plastik. Perusahaan ini secara rutin mengambil sampah dari sekolah-sekolah untuk didaur ulang.
"Meskipun nilainya belum terlalu besar, hasil dari pengumpulan botol plastik bisa menjadi sumber ekonomi bagi organisasi pelajar seperti OSIS, Pramuka, dan PMR yang mengelola langsung kegiatan tersebut," jelasnya.
Selain aksi penanaman pohon dan pengumpulan sampah plastik, DLH Malinau juga melakukan sosialisasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Para siswa didorong menjadi pelopor dalam kegiatan pengelolaan sampah di lingkungannya masing-masing.
"Kita ajarkan juga memilah mana sampah yang bernilai ekonomis dan mana yang tidak, supaya mereka punya kesadaran lingkungan sejak dini," tambahnya.
Seluruh kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Sepanjang bulan Juni, sekolah-sekolah di Malinau akan terus mendapatkan penyuluhan dan bimbingan dari DLH, sesuai dengan arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup. (*dip)
Editor : Azwar Halim