MALINAU - Sebuah perjalanan keluarga yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan berubah menjadi tragedi memilukan.
Hal itulah yang dikatakan Kapolres Malinau, AKBP Heru Eko Wibowo melalui Kapolsek Mentarang, Ipda Welly saat menceritakan kronologis laka sungai yang menewaskan seorang ibu yakni Wilka (20) Warga Desa Long Berang, Senin (9/12).
Welly menyebutkan pada Selasa pagi, sekitar pukul 10.00 WITA, Doni bersama istri, Wilka, dan anaknya memulai perjalanan dari Desa Wisata Pulau Sapi menuju Desa Long Berang menggunakan perahu mesin ketinting 18 PK. Namun, perjalanan itu berakhir dengan insiden tragis.
Ketika perahu mencapai area Giram Kayan sekitar pukul 11.30 WITA, Doni memutuskan untuk menepi di pinggir sungai.
Ia menyuruh istrinya, Wilka, untuk membawa anak mereka berjalan kaki di tepi sungai, sementara ia berencana membawa perahu melewati bagian sungai yang deras.
Namun, saat berusaha menepi, Doni melepas mesin perahunya, dan tiba-tiba air masuk ke dalam perahu dengan deras.
Melihat air memenuhi perahu, Wilka spontan melompat ke sungai. Dalam hitungan detik, perahu pun terisi penuh air dan hanyut terbawa arus deras. Dalam kondisi genting itu, Doni berupaya menyelamatkan keluarganya.
Ia berhasil menangkap anaknya dan mendorong Wilka ke arah tepi sungai. Namun, arus yang kuat membuat Wilka tidak berhasil mencapai tepi sungai.
Tim pencari saat menemukan jasad Wilka sudah tidak bernyawa setelah dua hari pencarian.
"Korban ditemukan di area yang cukup sulit dijangkau, dengan arus sungai yang deras dan medan yang berat. Meskipun demikian, tim pencari tetap berupaya maksimal hingga korban berhasil dievakuasi," kata Welly.
Atas kejadian ini, Polres Malinau juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai untuk selalu mengutamakan keselamatan dan berhati-hati, mengingat kondisi cuaca yang dapat memperburuk situasi di perairan. (*/hai/har)
Editor : Azwar Halim