MALINAU - Kabupaten Malinau terus melangkah maju dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan era teknologi.
Salah satu langkah strategis yang diambil pemerintah daerah adalah memperluas kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan tinggi.
Program ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong sektor-sektor prioritas seperti teknologi, pertanian, hingga pariwisata.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang kian pesat.
Menurutnya, transformasi teknologi tidak hanya memengaruhi sektor administrasi pemerintahan tetapi juga ekonomi, pangan, dan pertanian.
"Pasar contohnya, sekarang lebih banyak online. Ini yang kita pandang penting ke depan, pemanfaatan teknologi. Sehingga anak-anak kita perlu dipersiapkan," tegas Wempi.
Program ini tidak hanya fokus pada satu disiplin ilmu, tetapi mengintegrasikan berbagai bidang studi yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Selain pertanian dan perkebunan, perhatian juga diarahkan pada disiplin teknik, seperti teknik elektro, kelistrikan, dan mesin. Sektor pariwisata, kesehatan, dan potensi lokal lainnya pun mendapat porsi penting dalam rencana pengembangan ini.
"Disiplin ilmunya saling beririsan. Program daerah ini memprioritaskan keunggulan, yang artinya kualitas, bukan kuantitas. Ini yang kami bangun bersama kampus melalui perjanjian kerja sama (PKS)," tambah Wempi.
Sebagai bagian dari langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Malinau telah menandatangani kerja sama dengan Politeknik Malinau dan Universitas Terbuka.
Salah satu program unggulan yang diluncurkan adalah "desa sarjana," sebuah inisiatif untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki gelar akademik tetapi juga keterampilan praktis sesuai kebutuhan daerah.
Melalui sinergi pendidikan tinggi dan teknologi, Kabupaten Malinau berharap dapat menciptakan masyarakat yang mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Upaya ini bukan sekadar investasi pada pendidikan, tetapi juga fondasi bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*/hai/har)
Editor : Azwar Halim