MALINAU - Pelatihan penyusunan modul ajar berbasis kurikulum merdeka untuk guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kawasan perbatasan dilaksanakan, di Hotel Mahkota Malinau, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), pada Sabtu (14/9) lalu.
Kegiatan ini diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh Kepala PAUD Malinau, guru sekolah mitra serta tim pengabdian dari Universitas Borneo Tarakan (UBT).
Pada kesempatan tersebut Kepala PAUD Malinau, Ngatini, S.PAK, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat baik dan dapat membantu guru guru PAUD khususnya di wilayah Malinau dalam menyusun Modul Ajar.
“Kegiatan seperti ini masih jarang dilakukan di daerah Malinau, sehingga harapannya kegiatan seperti ini dapat dijalankan terus secara kontinu agar guru-guru khususnya di Malinau mendapatkan pengalaman yang baik,” kata Ngatini.
Ketua Tim Pengabdian dari UBT, Azwar Anwar, M.Pd mengatakan, bahwa pada kegiatan tersebut ada penyampaian materi oleh tim pengabdian yang terdiri dari Azwar Anwar, M.Pd selaku ketua dan anggota yang terdiri dari A. Ahmad Ridha, M.Psi, Psikolog dan Bimo Aji Nugroho, M.Pd.
Pada materi sesi pertama disampaikan oleh A. Ahmad Ridha, M.Psi, Psikolog yang menyampaikan mengenai tujuan dari kegiatan, timeline kegiatan PKM dan materi tentang pemahaman mengenai karakteristik peserta didik khususnya pada jenjang PAUD.
Karakteristik peserta didik pada PAUD tentunya menjadi hal terpenting dikarenakan agak sulit mengetetahui berbagai macam karakteristik peserta didik.
Oleh karena itu, guru harus mampu mengetahui dan mempelajari setiap peserta didiknya sehingga ketika proses pembelajaran berlangsung dapat berjalan dengan baik.
“Selanjutnya materi kedua disampaikan oleh Bimo Aji Nugroho, M.Pd yang membahas tentang kurikulum merdeka dan pembelajaran kontekstual. Pada materi ini difokuskan pada pengenalan mengenai kurikulum merdeka (definisi, dimensi, karakeristik dan lainnya) dan pemahaman mengenai pembelajaran kontekstual,” ujarnya.
Materi yang dibahas tersebut mengenai variasi didalam pendidikan anak usia dini, pengenalan pendekatan kontekstual (Contextual teaching and learning), aplikasi numerasi, literasi, dan sains dalam pembelajaran anak usia dini, simulasi menyusun rencana pembelajaran kontekstual.
Dengan pemberian materi kurikulum merdeka ini, sebagai awal dasar dalam menyusun modul ajar khususnya berbasis kontekstual yang mana sesuai dengan output dari kegiatan pengabdian ini.
Kemudian terakhir penyampaian materi oleh Azwar Anwar, M.Pd yaitu mengenai Modul Ajar di PAUD dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Secara umum materi yang disampaikan mengenai pengenalan kurikulum merdeka pada pendidikan anak usia dini, pengenalan projek penguatan profil pelajar pancasila, penyusunan modul ajar kontekstual berbasis kurikulum merdeka, implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran anak usia dini, dan pendampingan implementasi kurikulum merdeka dalam menyusun modul ajar di PAUD.
Dalam menyusun modul ajar ada beberapa hal yang harus diketahui sehingga ketika proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Langkah awal yang harus dilakukan oleh guru adalah kemampuan dalam merumuskan tujuan pembelajaran dari alur tujuan pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
“Selain itu juga, guru dipersilahkan untuk menyampaikan pengalaman dalam merumuskan tujuan pembelajaran dan menunjukkan modul ajar yang pernah mereka buat sebelumnya,” ungkapnya.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan guru-guru dalam menyusun modul ajar,
guru dibagi kedalam beberapa kelompok. Untuk pengerjaannya tetap dilakukan secara masing-masing sehingga berdasarkan modul ajar yang pernah dibuat sebelumnya sehingga dalam hal ini lebih ke proses pemantapan dalam menyusun modul ajar kontekstual khususnya yang berbasis pada kurikulum merdeka.
Dari beberapa hal ditemukan bahwa masih terdapat guru yang belum memahami secara detail mengenai modul ajar, menyusun modul ajar dan khususnya pada merumuskan tujuan pembelajaran.
Setelah kegiatan tersebut, guru diarahkan untuk mengumpulkan hasil karyanya walapun belum lengkap.
Dengan kegiatan ini harapannya guru-guru PAUD dapat menyusun modul ajar kontekstual berbasis pada kurikulum dan tentunya dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan modul ajarnya.
Salah satu peserta pelatihan, Maya Sari, S,Pd menyampaikan pandangannya bahwa dengan kegiatan ini sangat membantu guru-guru dalam mengetahui konteks yang terdapat dalam kurikulum merdeka, bagaimana menyusun modul ajar dan lain sebagainya.
“Lebih lanjut, agar kegiatan ini dapat terus berlangsung, kami meminta berbagai pihak untuk terus berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan pelatihan maupun semacamnnya dikarenakan di daerah kami masih sangat dibutuhkan kegiatan seperti ini,” harapnya. (adv/dob)
Editor : Azwar Halim