
Indonesia memiliki beragam tradisi dalam menikmati kopi. Salah satu yang paling populer dan tetap bertahan hingga kini adalah kopi tubruk. Namun, pengalaman menikmati kopi kini berkembang dengan hadirnya konsep omakase yang terinspirasi dari budaya Jepang.
Dalam budaya kuliner Jepang, omakase secara sederhana berarti menyerahkan pilihan kepada chef. Konsep serupa kini diterapkan dalam pengalaman menikmati kopi, di mana barista menjadi pihak yang menentukan pilihan beans, metode seduh, hingga penyajian kopi kepada pelanggan.
Konsep tersebut diperkenalkan oleh Roemah Koffie melalui soft launching di Roemah Koffie Gunawarman, Jakarta, pada Selasa (27/9). Acara tersebut turut menghadirkan George Peng, peraih gelar World Brewers Cup 2025 sekaligus Founder Captain George Coffee & Roastery dari Tiongkok.
Melalui Omakase Coffee Experience, pelanggan tidak hanya menikmati secangkir kopi. Mereka juga diajak memahami proses di baliknya, mulai dari karakter biji kopi, teknik brewing, temperatur, hingga penggunaan peralatan yang dapat memengaruhi cita rasa.
CEO sekaligus Founder Roemah Koffie, Felix TJ, mengatakan konsep tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kopi sebagai sesuatu yang dapat dinikmati sekaligus dipelajari.
"Kami ingin menyuarakan bahwa kualitas beans kopi dari Indonesia mampu bersaing di panggung yang sama dengan beans global. Ketika craftsmanship di balik secangkir kopi semakin dipahami, kopi pun dapat dilihat bukan sekadar sebagai minuman, tetapi sebagai seni yang layak dihargai," ujar Felix TJ dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com, Selasa (28/9).
Pengalaman omakase tersebut dimulai dengan sajian Coffee Blossom sebagai welcome drink. Minuman ini menggunakan teh bunga kopi dari Longboard Estate, Panama, yang diproduksi dalam jumlah terbatas.
Sajian pembuka tersebut memiliki karakter ringan dan aromatik dengan nuansa floral. Setelah itu, pelanggan diajak mencicipi Kopi Cing Cangkeling, salah satu premium beans terbaru Roemah Koffie yang berasal dari Mandalagiri, Garut.
Kopi varietas Yellow Bourbon tersebut diracik menggunakan perpaduan espresso dan susu. Karakternya menghadirkan rasa fruity dan juicy dari kopi, berpadu dengan tekstur susu yang lembut dan creamy.
Perjalanan rasa kemudian berlanjut melalui Filter Coffee LABO No. 025. Sajian ini menggunakan Misty Mountain Geisha Natural dari Longboard Estate, Panama, yang diseduh dengan metode filter brewing.
Kopi Geisha tersebut menawarkan cita rasa yang lebih kompleks dengan tasting notes Xuefeng Pomelo, cherry, kiwi, dan chamomile. Perpaduan tersebut memberikan sensasi citrus dan buah yang segar, rasa manis yang cerah, serta aroma floral yang lembut.
Sebagai pelengkap, Roemah Koffie juga menghadirkan signature beverage Champaka Infusion yang menggunakan beans Cing Cangkeling. Minuman ini memadukan espresso dengan palo santo syrup untuk menghasilkan karakter fragrance dan floral, disertai aroma woody dan bunga yang khas.
Melalui konsep ini, Roemah Koffie ingin membawa pengalaman minum kopi ke level yang lebih personal, sekaligus memperlihatkan bagaimana kreativitas dan keterampilan barista dapat mengubah karakter satu jenis kopi melalui teknik penyajian yang berbeda.