Melasma memang sering menimbulkan bercak gelap pada wajah dan mengganggu penampilan. Namun, kondisi ini tidak berkembang menjadi kanker kulit maupun mengancam keselamatan penderitanya.
Dokter spesialis kulit dr. Stanley Setiawan menjelaskan bahwa melasma merupakan gangguan hiperpigmentasi yang lebih berdampak pada aspek estetika dan kepercayaan diri seseorang dibandingkan risiko medis yang serius.
Meski begitu, masyarakat diminta tetap berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulit. Pasalnya, penggunaan krim pemudar flek yang tidak jelas asal-usul maupun kandungannya justru berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Menurut dr. Stanley, sejumlah produk ilegal diduga mengandung bahan berbahaya seperti merkuri atau steroid. Penggunaan bahan tersebut tanpa pengawasan dokter dapat memberikan hasil instan, tetapi berisiko merusak kulit jika dipakai dalam jangka panjang.
Tak hanya menyebabkan iritasi atau penipisan kulit, kandungan merkuri juga dapat terserap ke dalam tubuh dan meningkatkan risiko gangguan organ, termasuk kerusakan ginjal akibat sifat toksiknya.
Karena itu, masyarakat disarankan memilih produk perawatan yang telah memiliki izin edar dan berkonsultasi dengan dokter kulit sebelum menggunakan krim untuk mengatasi flek atau melasma.
Editor : Rahul