0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Banyak Perempuan Keliru Mengira Semua Flek Wajah Adalah Melasma, Dokter Beri Penjelasan

Rahul • Kamis, 16 Juli 2026 | 09:00 WIB
Adanya melasma di wajah disebabkan karena hormon, genetik, dan sinar UV.
Adanya melasma di wajah disebabkan karena hormon, genetik, dan sinar UV.

Melasma merupakan salah satu masalah kulit yang paling sering dialami perempuan, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak kecokelatan pada wajah yang umumnya muncul di area pipi, dahi, hidung, hingga atas bibir.

Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap semua flek hitam di wajah adalah melasma. Akibatnya, tidak sedikit yang menggunakan produk perawatan kulit secara sembarangan tanpa mengetahui penyebab pasti keluhan yang dialami.

Padahal, setiap jenis noda pada wajah bisa memiliki penyebab yang berbeda. Penanganan yang tidak tepat justru berisiko memperparah kondisi kulit dan membuat pigmentasi semakin sulit diatasi.

Perempuan di Indonesia dinilai memiliki risiko lebih tinggi mengalami melasma karena tinggal di wilayah dengan paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi sepanjang tahun. Selain itu, karakteristik warna kulit masyarakat Indonesia yang umumnya termasuk fototipe Fitzpatrick IV hingga V juga lebih rentan mengalami hiperpigmentasi akibat sinar matahari.

Tak hanya paparan UV, faktor keturunan, perubahan hormon, paparan cahaya tampak (visible light), hingga proses peradangan pada kulit juga dapat memicu munculnya melasma.

Dokter spesialis kulit dr. Stanley Setiawan mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengobati flek di wajah tanpa pemeriksaan medis. Menurutnya, diagnosis yang tepat menjadi langkah awal untuk menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi kulit masing-masing.

Editor : Rahul
melasma tarakan kaltara