0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dokter Jantung Anjurkan Minum Kopi Sebelum Pukul 14.00, Ini Alasanya

Rahul • Rabu, 15 Juli 2026 | 08:28 WIB
Ilustrasi kopi
Ilustrasi kopi

Waktu minum kopi ternyata turut memengaruhi kesehatan jantung dan kualitas tidur. Dokter Spesialis Jantung Primaya Hospital Tangerang dr. Rony M. Santoso, SpJP, Subsp.K(K), Subsp.Var(K)FIHA, FESC, FAPSC, FSCAI, menyarankan kopi dikonsumsi sebelum pukul 14.00 agar tidak mengganggu irama jantung maupun pola tidur.

"Studi memang menganjurkan bahwa kopi diminum sebelum jam dua siang supaya tidak mengganggu irama jantung dan juga pola tidur," ujar dr. Rony kepada wartawan, Selasa (14/7).

Ia menjelaskan, kafein dalam memiliki efek simpatomimetik, yaitu merangsang saraf simpatis sehingga tubuh menjadi lebih waspada. Efek tersebut juga dapat membuat jantung berdebar lebih cepat apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan atau terlalu dekat dengan waktu tidur.

"Kafein itu meningkatkan efek saraf simpatis. Sehingga kita jadi lebih deg-degan, lebih aware. Jadi kalau mau ngopi, sebaiknya pagi setelah sarapan atau setelah makan siang masih boleh," katanya.

Menurut dr. Rony, konsumsi kopi masih tergolong aman jika tidak berlebihan. Ia mengacu pada sebuah jurnal yang menyebutkan asupan kafein di bawah 50 miligram per hari masih aman, yang menurutnya setara dengan sekitar dua gelas kopi.

Meski demikian, dr. Rony menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada kopinya, melainkan bahan tambahan yang sering dicampurkan ke dalam minuman tersebut.

Menurutnya, kopi hitam tanpa tambahan gula atau krimer merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan minuman kopi kekinian yang mengandung banyak krimer, susu kental manis, busa, atau pemanis tambahan.

"Yang jadi masalah bukan dari kopinya, tapi additional komponen yang kita tambahkan ke kopinya. Kopinya sedikit, tapi creamer-nya, foam-nya, susu kental manisnya justru banyak," jelasnya.

Ia menilai jenis kopi seperti americano lebih baik karena hanya terdiri dari espresso dan air. Sementara itu, latte dinilai kurang ideal karena mengandung susu, meski masih bisa menjadi pilihan jika menggunakan susu rendah lemak atau alternatif seperti oat milk maupun susu tinggi protein.

 

Editor : Rahul
tarakan kaltara