0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jangan Anggap Remeh Ngorok Saat Tidur, Bisa Jadi Tanda Gangguan yang Picu Stroke

Rahul • Rabu, 15 Juli 2026 | 07:54 WIB
Seseorang tidur mendengkur atau ngorok.
Seseorang tidur mendengkur atau ngorok.

Kebiasaan mendengkur saat tidur sering kali dianggap hal yang biasa. Padahal, dalam kondisi tertentu, ngorok dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan serius yang berpotensi meningkatkan risiko stroke.

Dokter Spesialis Jantung Primaya Hospital Tangerang, dr. Rony M. Santoso, SpJP, Subsp.K(K), Subsp.Var(K), FIHA, FESC, FAPSC, FSCAI, menjelaskan bahwa tidak semua dengkuran berbahaya. Namun, masyarakat perlu waspada apabila suara ngorok terdengar sangat keras dan disertai jeda napas berulang saat tidur.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat mengindikasikan obstructive sleep apnea (OSA), yaitu gangguan tidur yang terjadi ketika saluran napas tersumbat sementara selama seseorang tertidur.

"Pasien dengan obstructive sleep apnea memiliki risiko stroke yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang tanpa gangguan tersebut," ujar dr. Rony.

Ia menuturkan bahwa salah satu tanda yang mudah dikenali adalah dengkuran keras yang sesekali diikuti napas terhenti atau terdengar seperti tersedak. Gejala ini kerap ditemukan pada individu yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Selain berkaitan dengan peningkatan risiko stroke, sleep apnea juga berdampak pada kualitas tidur. Penderita sering kali tidak mendapatkan istirahat yang optimal meskipun merasa telah tidur cukup lama pada malam hari.

Akibatnya, mereka dapat mengalami rasa kantuk berlebihan di siang hari, sulit berkonsentrasi, hingga mudah lelah saat beraktivitas.

Dr. Rony mengingatkan bahwa rasa mengantuk yang muncul hampir setiap hari tanpa penyebab yang jelas sebaiknya tidak diabaikan. Kondisi tersebut bisa menjadi petunjuk adanya gangguan tidur yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Karena itu, seseorang yang mengalami dengkuran keras, napas terputus saat tidur, atau kantuk berlebihan pada siang hari dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Editor : Rahul
tarakan kaltara stroke