Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Popcorn Lung: Bahaya Vape yang Bisa Merusak Paru-Paru, Kenali Gejalanya yang Mirip Asma

Radar Tarakan • Sabtu, 5 Juli 2025 | 15:36 WIB
ILUSTRASI: Vape. (Pexels)
ILUSTRASI: Vape. (Pexels)

Radar Tarakan – Seiring maraknya penggunaan rokok elektrik (vape), banyak orang yang beranggapan bahwa vaping lebih aman daripada merokok tradisional. Namun, seiring meningkatnya konsumsi vape, muncul risiko kesehatan serius yang perlu diwaspadai: Popcorn Lung.

Apa itu Popcorn Lung?
Popcorn Lung, atau secara medis dikenal sebagai bronkiolitis obliterans, adalah penyakit paru yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas kecil (bronkiolus). Penyakit ini menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang bersifat kronis.

“Popcorn Lung disebabkan oleh bahan kimia berbahaya yang merusak bronkiolus, seperti diacetyl yang ditemukan dalam e-liquid vape, atau karena infeksi saluran napas,” jelas dr. Rita Hapsari Meta SpP FAPSR, seorang dokter paru yang berpraktik di Mayapada Hospital Surabaya.

Zat Kimia Pemicu Popcorn Lung dalam Vape
Salah satu zat kimia utama yang menyebabkan Popcorn Lung adalah diacetyl, yang biasa ditemukan dalam cairan rokok elektrik (e-liquid), terutama yang beraroma mentega atau manis. Diacetyl, meskipun telah dilarang di beberapa negara seperti Inggris dan AS, masih ditemukan dalam banyak vape ilegal yang beredar di Indonesia.

Tak hanya diacetyl, bahan kimia lain seperti asetaldehida dan formaldehida yang ditemukan dalam beberapa jenis e-liquid juga dapat menyebabkan iritasi dan merusak paru-paru. Meski banyak orang berpikir bahwa vape non-nikotin lebih aman, kenyataannya bahan kimia tambahan dalam e-liquid tetap dapat memicu Popcorn Lung.

Gejala Popcorn Lung yang Sering Terkelabui
Sayangnya, banyak pengguna vape yang tidak menyadari risiko ini, karena gejala popcorn lung sering disalahartikan sebagai asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Gejalanya meliputi:

Batuk kering kronis, Sesak napas saat beraktivitas, Napas berbunyi (mengi), Dada terasa berat, Cepat lelah

Gejala-gejala tersebut sangat mirip dengan gejala asma dan PPOK, sehingga sering kali terlambat untuk didiagnosis sebagai Popcorn Lung.

Diagnosa dan Penanganan Popcorn Lung
Untuk memastikan diagnosis Popcorn Lung, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

Tes fungsi paru, CT Scan dada, Bronkoskopi dengan biopsi

Pemeriksaan ini penting untuk melihat sejauh mana kerusakan pada saluran udara kecil dan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit paru lainnya.

Baca Juga: Penting! 7 Manfaat Tersembunyi Susu Kurma Untuk Ibu Hamil

Apakah Popcorn Lung Bisa Disembuhkan? Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat khusus untuk Popcorn Lung. Namun, gejalanya bisa dikendalikan dengan penanganan medis, seperti:

Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan, Antibiotik bila ada infeksi sekunder, Bronkodilator untuk membuka saluran napas

Obat batuk

Pada kondisi yang berat, pasien mungkin memerlukan terapi oksigen untuk membantu pernapasan. Fisioterapi pernapasan juga penting untuk membantu pasien menjaga kapasitas paru dan kualitas hidup mereka meskipun telah terjadi kerusakan pada paru-paru.

 

Editor : Azwar Halim
#PenyakitParu #vape #PopcornLung