Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Astaga! Bisa Sebabkan Kanker, Ini 3 Sayuran yang Sebaiknya Tidak di Simpan di Dalam Kulkas

Radar Tarakan • Rabu, 7 Mei 2025 | 06:55 WIB
Ilustrasi sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas. (Freepik)
Ilustrasi sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas. (Freepik)

Radar Tarakan - Menyimpan sayuran di lemari es atau kulkas memang menjadi kebiasaan banyak orang. Namun ternyata ada beberapa jenis sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas. Hal ini karena penyimpanan dalam suhu dingin dapat menyebabkan efek negatif, seperti perubahan rasa, tekstur, dan bahkan penurunan nilai gizi

Dilansir dari Hindustan Times, Kiran Kukreja, seorang ahli gizi dan diet bersertifikat, membagikan tiga sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di kulkas dalam unggahan Instagram-nya, @nuttyovernutritionn, pada 3 Mei lalu.

Tiga sayuran tersebut antara lain:


1. Bawang Putih

Kiran menjelaskan, "Jangan pernah menyimpan bawang putih yang sudah dikupas atau disimpan di kulkas karena mudah berjamur, yang bahkan bisa berisiko menyebabkan kanker. Selalu beli bawang putih segar dan kupas hanya sebelum digunakan."


Ia menyarankan untuk menyimpan bawang putih di tempat yang sejuk dengan ventilasi yang baik.

Menyimpannya di kulkas justru mempercepat pertumbuhan tunas hijau yang pahit, mengurangi rasa dan kandungan nutrisinya.

2. Bawang Merah

Menyimpan bawang merah di kulkasdapat mengubah pati menjadi gula, yang membuatnya lebih manis dan mudah rusak.

Kiran juga memperingatkan agar tidak menyimpan bawang yang sudah dipotong setengah di kulkas.

"Setelah dipotong, bawang mulai menyerap bakteri dari udara dan dapat menyebabkan kontaminasi saat dimakan," ujarnya.

3. Kentang

Menurut Kiran, menyimpan kentang di suhu dingin (di bawah ~8°C) dapat menyebabkan proses yang disebut pemanisan dingin, di mana pati dalam kentang berubah menjadi gula.

"Saat kentang yang sudah dimaniskan dingin digoreng atau dipanggang, akrilamida akan terbentuk—senyawa berbahaya yang terkait dengan kanker," jelasnya.

Proses ini terjadi ketika gula berlebih berreaksi dengan asam amino asparagin pada suhu tinggi.

Untuk mengurangi akrilamida saat memasak kentang, Kiran memberikan beberapa tips:

- Rendam potongan kentang dalam air selama 15–30 menit sebelum dimasak.

- Hindari memasak kentang terlalu lama atau menghanguskannya.
- Pilih metode memasak seperti merebus atau mengukus, daripada menggoreng atau memanggang.
- Dengan memperhatikan cara penyimpanan dan pengolahan yang tepat, kita bisa menjaga kualitas sayuran sekaligus mengurangi potensi risiko kesehatan. (Jpg/Eru)

Editor : Azwar Halim
#sayuran #kesehatan #gaya hidup #picu kanker