KEKHAWATIRAN penyebaran virus Human Metapneumovirus (HMPV) mulai merebak di wilayah Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).
Hal ini mencuat setelah seorang warga, Dion Senen, mengunggah postingan di media sosial Facebook yang mengungkapkan adanya banyak kasus penyakit dengan gejala mirip HMPV di lingkungan tempat tinggalnya.
Dion menyebutkan di beberapa rumah di sekitar kediamannya, hampir seluruh penghuni mengalami gejala seperti pilek, batuk, sakit kepala, demam, hidung tersumbat, hingga sesak napas. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara itu, setelah HMPV sedang jadi perhatian dunia karena kemiripan gejalanya dengan Covid-19.
“Benarkah virus HMPV sudah ada di Sepaku? Di tempat yang saya tinggali, rumah belakang, 11 penghuni, enam sakit. Rumah depan, lima penghuni, lima sakit. Rumah kecil depan, lima penghuni, tiha sakit. Gejalanya pilek, batuk, sakit kepala, demam, hidung mampet, sesak napas. Sampai saya tulis ini, saya dan penderita lain masih dalam keadaan sakit. Semoga yang lain tetap jaga kesehatan,” tulis Dion pada dinding Facebook-nya Kamis, 9 Januari 2025 sekira pukul 19.03 Wita.
Saat dihubungi Jumat (10/1) Dion Senen membenarkan status yang ditulisnya itu. Ia mengatakan, dirinya juga menderita seperti yang dialami oleh tetangganya itu, dan belum sembuh.
Ia mengatakan, statusnya itu bukan dimaksudkan untuk menimbulkan kegaduhan, tetapi hanya sebagai bentuk kekhawatiran, dan memerlukan antisipasi para pihak terkait.
“Saya tinggal di RT 03, Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, PPU. Saya sendiri mulai merasakan sakit dengan keluhan seperti yang saya tulis itu sejak Rabu (8/1),” kata Dion Senen.
Menanggapi ini, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) PPU, Jansje Grace Makisurat, saat dikonfirmasi belum menerima laporan resmi mengenai adanya kasus HMPV di wilayah Sepaku maupun di PPU secara keseluruhan.
Namun, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Jansje.
“Jika ada gejala yang mencurigakan, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” katanya, Jumat (10/1).
Saat ditanya antisipasi agar virus ini tak masuk ke PPU, ia mengatakan, bahwa pihaknya tidak bisa melakukan hal itu.
reBaca Juga: Bawaslu Kaltim Siapkan Data Pengawasan
“Apalagi kita ibu kota. Banyak orang masuk keluar. Datang dan pergi. Kita selalu penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat saja. Pintu masuk ke PPU banyak. Tak mungkin screening di pintu-pintu masuk seperti saat covid,” ujarnya. (far/jnr)
Editor : Azwar Halim