Hal ini disampaikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Suriansyah kepada Radar Kaltara beberapa waktu lalu. Menurutnya, evaluasi dan peningkatan layanan kesehatan di provinsi ke-34 Indonesia ini terus dilakukan oleh Pemprov Kaltara.
“Kondisi geografis di Kaltara ini masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi pemerintah dalam memaksimalkan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar),” ujar Suriansyah.
Oleh karena itu, Suriansyah menilai bahwa program ‘dokter terbang’ untuk memberikan layanan kesehatan di wilayah 3T tersebut masih sangat dibutuhkan dan prioritas. Utamanya untuk daerah yang hanya bisa dijangkau melalui akses udara dan jalan kaki.
“Sementara ini, hanya dengan begitu kita bisa mendatangi masyarakat di daerah 3T ini secara langsung untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal,” tuturnya.
Tentu harapannya, dengan terus dijalankannya program ‘dokter terbang’ ini, masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara dapat menikmati layanan kesehatan secara optimal tanpa harus datang ke rumah sakit di wilayah perkotaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman menambahkan, untuk tahun 2023 ini, program ‘dokter terbang’ yang diinisiasi Pemprov Kaltara mendapatkan ‘suntikan’ dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara sekitar Rp 1,5 miliar.
“Jadi, untuk program ‘dokter terbang’ ini kita menyasar daerah-daerah yang sulit dijangkau. Ini bentuk upaya nyata kita dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata mulai dari wilayah perkotaan hingga perbatasan,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan, di tahun 2024 mendatang Pemprov Kaltara merencanakan akan memberikan ‘suntikan’ dana lagi untuk program ‘dokter terbang’ dengan nilai yang sama, yakni sekitar Rp 1,5 miliar.
Untuk diketahui, sejauh ini tercatat sudah ada sekitar 18.315 orang di wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara yang terlayani kebutuhan pemeriksaan dan pengobatan kesehatannya melalui program ‘dokter terbang’ tersebut.
“Pastinya kita akan terus berupaya untuk mengoptimalkan layanan kesehatan terhadap masyarakat di Kaltara, utamanya yang tinggal di wilayah 3T,” pungkasnya. (iwk/ana) Editor : Azwar Halim