SAMARINDA – Peningkatan kapasitas pemuda dan pembinaan olahraga masyarakat jadi salah satu program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) saat ini. Melalui program BIMA 2026 yang dijalankan dan didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), kelompok yang juga menjadi sasaran program adalah para anggota karang taruna.
Di Kaltim, program tersebut dijalankan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman, pada 24 Juni lalu. Berlangsung di Desa Manunggal Jaya, kegiatan ini melibatkan Karang Taruna di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pemuda dalam melakukan pengukuran kondisi fisik secara tepat, terstandar, dan berbasis teknologi. Nantinya, dapat menjadi dasar pembinaan olahraga masyarakat yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.
“Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai teknik pengukuran kondisi fisik. Tapi juga kemampuan mengolah dan menganalisis hasil pengukuran secara digital, sehingga dapat dimanfaatkan dalam penyusunan program pembinaan potensi olahraga masyarakat desa maupun kecamatan,” ujar Muhammad Sukron Fauzi, MPd, selaku ketua Tim Pelaksana.
Peserta diperkenalkan berbagai instrumen pengukuran kondisi fisik. Dari tes fleksibilitas menggunakan sit and reach test, tes daya ledak otot tungkai melalui vertical jump test, pengukuran kekuatan genggaman tangan menggunakan hand grip dynamometer, serta berbagai alat ukur kebugaran lainnya yang berbasis pendekatan sport science.
Seluruh hasil pengukuran diolah menggunakan platform digital Manajemen Olahraga DEBORA (Desa Bina Olahraga). Platform ini dimanfaatkan untuk membantu proses pendataan, penyimpanan, pengolahan, hingga pelaporan data kondisi fisik secara lebih efektif dan efisien.
Melalui pemanfaatan teknologi digital tersebut, peserta dapat mengetahui profil kondisi fisik secara lebih objektif dan akurat. Sehingga mampu mendukung proses pembinaan olahraga berbasis data (evidence-based sport coaching). Kehadiran platform DEBORA diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengelolaan data olahraga masyarakat yang selama ini masih dilakukan secara konvensional.
Selain mendapatkan materi teori, peserta juga melakukan praktik penggunaan alat ukur serta input data ke dalam sistem DEBORA dengan pendampingan intensif.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Tenggarong Seberang, Didik Hartono, SPd, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan penggunaan alat tes kondisi fisik berbasis digital memberikan manfaat besar bagi peningkatan kapasitas pemuda dalam bidang olahraga.
“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga Karang Taruna Tenggarong Seberang semakin siap menjadi pelopor pengembangan olahraga masyarakat yang modern, terukur, dan berbasis data,” ungkap Didik.
Usai pelatihan, seluruh alat tes pengukuran kondisi fisik yang digunakan dalam kegiatan ini akan diinventarisasikan dan diserahkan kepada Karang Taruna Kecamatan Tenggarong Seberang. Langkah ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program pembinaan olahraga masyarakat oleh anggota Karang Taruna.
Kegiatan ini merupakan tahap awal dari rangkaian Program PKM Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Mulawarman. Selain Fauzi selaku ketua tim, beberapa akademisi olahraga lain juga terlibat, yakni Jance Jacob Sapulete, MPd dan Dewi Rosita, MKom.
Program akan dilanjutkan pada tahap kedua, yakni Sosialisasi dan Implementasi Platform Website Manajemen Olahraga Berbasis Teknologi DEBORA. Tujuannya, agar pengurus Karang Taruna dapat memanfaatkan data lebih lanjut. Mencakup pengelolaan jadwal kegiatan, dokumentasi, hingga penyusunan laporan kegiatan secara terintegrasi.
Tim pelaksana juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek. Sebab, program ini berasal dari dukungan pendanaan Program BIMA Tahun 2026. (man)
Editor : Nur Rahman