SAMARINDA - Hujan mengguyur Kota Samarinda sejak pagi kemarin (27/5). Antrean kendaraan roda empat menguluar di depan pintu masuk RSUD IA Moeis, di Jalan HAMM Riffaddin, Harapan Baru, Loa Janan Ilir.
Antrean kendaraan pagi itu memperlihatkan jika kunjungan warga di rumah sakit milik Pemkot Samarinda itu memang sedang padat. Maklum, setiap pagi rumah sakit itu mulai menerima pasien rawat jalan. Sejumlah poli di rumah sakit plat merah tersebut sudah dipenuhi pasien yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan.
Membeludaknya orang yang datang, membuat pasien yang hampir semua menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan tersebut, harus rela antre panjang. Jumlah pasien yang antre dengan tempat duduk tampak tidak seimbang. Banyak pasien dengan kondisi lemah harus duduk melantai.
“Saya dari pukul 08.30 tiba. Tapi sudah banyak yang antre. Ini sudah 2 jam menunggu, belum dipanggil. Masih agak lama,” keluh Mumtaz, seorang ibu yang antre sambil menggendong balita.
Mumtaz yang datang untuk kebutuhan poli penyakit dalam, ingin memeriksa sampel darah. Dia tidak menyangka jika harus antre selama itu.
“Padahal sudah daftar online subuh tadi,” tambahnya. Mumtaz mengaku sudah siap kalau harus antre. “Maklum, kan pasien BPJS,” tukasnya.
Namun dia tidak menyangka kalau harus selama ini. “Ya, mau bagaimana lagi,” ungkapnya. Beberapa pasien lainnya yang ditemui media ini juga mengaku belum dilayani, meski sudah antre berjam-jam.
"Sudah dari pukul 11.00. Ini pukul 13.00 saya juga belum dipanggil-panggil masuk ke dalam," ucap Amir, warga Mangkupalas, Samarinda Seberang. Amir menyebut, hal ini bukan pertama kali dirasakannya.
Dia sudah beberapa kali menggunakan fasilitas kesehatan itu, semenjak dia merujuk anaknya ke rumah sakit tersebut. Lain lagi seperti yang dialami Syahrani, warga Palaran. Dia yang menemani istrinya berobat ke poli penyakit dalam juga sudah antre sejak pukul 10.00. Sampai pukul 13.30 juga belum dipanggil.
"Mau bagaimana, karena pasiennya juga banyak. Jadi ya, bersabar saja," ujarnya. Dia berharap ada solusi yang tepat dari pihak rumah sakit atau pemerintah kota, agar antrean bisa diperpendek sehingga pasien tidak harus menunggu lama. Dia juga berharap fasilitas ruang tunggu bisa dibuat lebih nyaman, khususnya bagi para lansia dan anak-anak.
"Semoga menunggu bisa lebih nyaman, jadi meskipun lama tidak begitu terasa capeknya," ungkapnya. Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, dr Osa Rafshodia Rafidin menjelaskan, pelayanan BPJS Kesehatan khusus pasien di poli tidak ada gangguan. Dia justru mengatakan bahwa pelayanan pendaftaran masih dilakukan secara online.
Namun dirinya tak menampik bahwa pelayanan di poli berjalan agak lambat, tapi bukan karena pelayanan yang kurang baik. Ini terjadi karena jumlah dokternya yang kurang, namun pasiennya membludak.
"Setiap hari itu ada 500 sampai 700 pasien. Kalau Senin bisa 900 pasien, sementara tenaga dokter spesialis kita masih sangat kurang," bebernya. Spesialis paru, radiologi dan penyakit dalam masih sangat kurang, sementara pasiennya membeludak.
Pihaknya tidak ada masalah terkait penilaian lambatnya pelayanan. Namun berdasarkan data pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan, rumah sakit yang dikepalainya disebut justru sudah cukup cepat.
"Jadi berdasarkan data BPJS Kesehatan, lama waktu pelayanan kami itu per pasien cuma 40 menitan. Jadi lebih cepat, bahkan di rumah sakit lain ada yang dua jam pelayanannya," tegasnya.
Pihaknya membeberkan sudah meminta semua pasien untuk mendownload aplikasi Mobile JKN agar bisa cepat mendapatkan layanan di rumah sakit.
"Jadi di 2024 ini kita masuk program nasional, ada anggaran Rp 800 miliar, jadi itu akan ada pembangunan gedung baru diperuntukan untuk layanan rumah sakit nantiya," pungkasnya. (mrf/nha/jnr)
Editor : Azwar Halim