Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Belasan Sepeda Motor Terjaring Razia Knalpot Brong

Radar Tarakan • Rabu, 28 Februari 2024 | 08:03 WIB

 

KP MELANGGAR: Pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong diberhentikan petugas.
KP MELANGGAR: Pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong diberhentikan petugas.

BONTANG - Pengunjung Lapangan Kampung Baru seketika panik pada Sabtu (24/2) sekira 23.00 Wita. Pasalnya mobil petugas kepolisian langsung melakukan blokade penutupan. Alhasil kendaraan yang rata-rata dikemudikan oleh kaum remaja dan pemuda itu tidak bisa meninggalkan lokasi.

Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing melalui Kasat Lantas AKP MD Djauhari mengatakan, pihaknya melakukan razia dengan menyasar pengemudi yang  menggunakan knalpot brong. Belasan kendaraan yang terjaring kemudian didata.

"Knalpot brong tidak sesuai ketentuan," katanya.

Tak hanya itu, kendaraan yang tidak menggunakan standar dua juga masuk dalam sasaran. Petugas pun menduga kendaraan demikian kerap digunakan balapan liar. Karena memudahkan untuk melakukan manuver menikung. Tanpa harus mengenai aspal.

Kasat Reskoba AKP Rihard Nixon Hernando Lumban Toruan menuturkan langkah ini juga meminimalisasi peredaran narkoba. Jok kendaraan pun diperiksa. Akan tetapi tidak ada ditemukan baik narkotika maupun miras.

"Tempat ini biasanya juga digunakan untuk ngoteng (mabuk minuman oplosan) oleh remaja. Jadi kami lakukan penyisiran," tuturnya.

Pada tahun lalu, belasan botol miras ditemukan di trotoar sarana olahraga ini. Bahkan bungkus obat batuk merek tertentu tersebar di pinggir jalan. Sayangnya ketika petugas dari FKPM melakukan razia tidak ditemukan pemilik dari barang tersebut. Pihak kelurahan dan RT pun telah mengajukan kawasan ini kepada perusahaan untuk dilakukan penataan. Sehingga bisa dilakukan pengawasan. (ak/far/jnr)

 

 

 

Editor : Azwar Halim
#bontang #kaltim