SANGATTA - Salah satu kebutuhan dasar bagi warga di pelosok yaitu air bersih. Tetapi, sebagian besar masyarakat sulit mendapatkan air bersih karena salah faktor penyebab adalah kurangnya sumber daya dan infrastruktur yang memadai.
Seperti di Kecamatan Muara Bengkal yang merupakan wilayah perbatasan antara Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Dari tujuh desa dan satu desa persiapan, 2 di antaranya hingga saat ini masih dalam proses pengajuan jaringan distribusi air bersih.
"Saat ini kami memiliki dua desa yang belum menikmati air bersih, Desa Batu Balai dan Desa Mulupan," ungkap Camat Muara Bengkal, Norhadi, Jumat (23/2).
Untuk Desa Batu Balai, pihaknya akan terus mengupayakan agar tahun ini dapat terealisasi. Hal tersebut lantaran air bersih merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat.
"Saat ini masyarakat memenuhi kebutuhan air menggunakan air sungai yang dibantu alat sedot berupa mesin alkon," katanya.
Selain itu, pihaknya menuturkan, sebagian masyarakat menggunakan sumur yang telah disiapkan pemerintah.
"Kami berharap hal tersebut dapat terpenuhi, mengingat itu merupakan kebutuhan primer. Untuk merealisasikan kami laksanakan segera, untuk Batu Balai dan Desa Mulupan kami akan usahakan tahun depan karena ini merupakan PR berat kami," jelasnya. (*/kai/ind/k16/jnr)
Editor : Azwar Halim