TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus melakukan berbagai upaya dalam mempersiapkan generasi mudanya untuk bisa menembus persaingan global.
Salah satunya lewat pendidikan. Terbaru, dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) program peningkatan kompetensi bahasa inggris dan pendidikan vokasi dengan Australia.
Kerja sama ini melibatkan Pemprov Kaltara, Kedutaan Besar Australia, Austrade (Komisi Perdagangan dan Investasi Australia di Indonesia), serta Briton English Education di bawah naungan PT. Cahaya Rahmat Edukasi.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang mengatakan, lewat kerja sama ini pihaknya menargetkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda Kaltara dapat lebih meningkat.
Di masa persaingan yang semakin ketat ini, kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu hal penting bagi generasi muda. Terlebih dengan posisi strategis Kaltara yang di dalamnya terdapat sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN).
"Kerja sama ini jangan hanya berhenti pada penandatanganan MoU. Kita ingin ada program nyata, terukur dan berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan," ujar Gubernur Zainal.
Ada dua ruang lingkup utama dalam MoU ini. Pertama, fasilitasi penyelenggaraan Program Sekolah Berbahasa Inggris (SBI) serta pengembangan sekolah unggulan.
Sedangkan yang kedua, fasilitasi kerja sama sekolah berskala internasional melalui program sister school di Kaltara.
Program SBI sendiri mencakup pemetaan kompetensi, pengembangan metodologi pengajaran guru berstandar Cambridge English, trainer development, hingga quality assurance.
Program inj ditujukan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan dan kepercayaan diri peserta didik. Kemampuan Bahasa Inggris perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dikuasai.
"Kalau kita ambil contoh seperti di Bali, banyak warganya fasih berbahasa Inggris. Atau di Kampung Inggris Pare di Kediri, Jawa Timur. Bahasa Inggris itu jadi bahasa sehari-hari selain bahasa Indonesia dan bahasa daerah," jelasnya.
Untuk pendidikan vokasi sendiri diarahkan agar pendidikan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industr, khususnya yang ada di provinsi ke-34 Indonesia ini.
"Dengan pendidikan yang berkualitas, keterampilan yang relevan dan kemampuan bahasa internasional yang baik, kita ingin generasi muda Kaltara mampu berperan dalam pembangunan dan bersaing di tingkat global," pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim