Konektivitas Perbatasan Jadi Atensi, Gubernur Kaltara Akan Temui Menkeu Suahasil

Iwan RT • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 16:06 WIB
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang. FOTO: RADAR TARAKAN
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Konektivitas wilayah perbatasan di Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi salah satu atensi atau perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Berbagai upaya pun telah dan akan terus dilakukan untuk melakukan percepatan pembangunan akses darat ke wilayah perbatasan RI-Malaysia di provinsi ke-34 Indonesia ini.

 

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang mengungkap jika Kaltara mendapat suntikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 150 miliar dari Menteri Keuangan (Menkeu) RI pada tahun 2025 lalu.

 

Anggaran Rp 150 miliar ini dijanjikan Menkeu saat itu setelah Gubernur Zainal menceritakan kondisi akses jalan ke wilayah perbatasan dari Malinau ke Krayan, Nunukan. Ia melalui jalan itu beberapa hari bersama rombongan hingga harus makan bekal yang sudah basi di perjalanan.

 

Saat ini, janji Rp 150 miliar itu belum tersalurkan secara penuh. Baru Rp 50 miliar yang turun ke Kaltara, sementara sisanya sekitar Rp 100 miliar lagi masih dalam proses. Hal ini yang kemudian akan kembali disampaikan ke Menkeu yang baru.

 

“Mudah-mudahan saya sempat bertemu Pak Menkeu  (Suahasil Nazara) yang baru untuk kembali menanyakan soal janji Menkeu sebelumnya. Nanti akan kita sampaikan bahwa yang lalu itu baru dikucurkan Rp 50 miliar. Berarti masih tersisa Rp 100 miliar lagi,” ujar Gubernur Zainal, Jumat (25/9).

 

Harapannya, sisa yang Rp 100 miliar itu dapat dikucurkan ke Kaltara untuk menyelesaikan jembatan-jembatan yang betul-betul sudah dalam kondisi tidak layak untuk dilalui dan yang belum ada terbangun di wilayah perbatasan ini.

 

Ada beberapa ruas yang sangat membutuhkan pembangunan jembatan, utamanya Sungai Binuang yang merupakan salah satu titik akses penghubung dari Malinau ke Krayan. Harapannya, sisa anggaran Rp 100 miliar itu bisa digunakan untuk menuntaskan Jembatan Binuang.

 

“Ini penting untuk koneksi antara Malinau-Krayan supaya kita tidak lagi tergantung dengan negara tetangga. Kan di sana itu, garuda di dadaku, Malaysia di perutku. Kalau jembatan ini terbangun, kita harapkan itu tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (iwk)

Editor : Azward Halim
kaltara