TANJUNG SELOR - Sebanyak enam kursi jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini telah mengalami kekosongan.
Untuk itu, Pemprov Kaltara melakukan berbagai upaya persiapan untuk melakukan pengisian kekosongan tersebut. Salah satunya melakukan pemetaan dan update data Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Andi Amriampa mengatakan, saat ini Pemprov Kaltara sudah mengarahkan pada penggunaan sistem manajemen talenta untuk pengisian JPT Pratama.
"Kan manajemen talenta kita sudah ekspose. Sekarang ini ada 6 jabatan kosong untuk JPT Pratama. Nanti di Oktober akan nambah satu lagi yang pensiun, itu Kepala BPSDM," ujar Andi Amriampa kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Senin (21/9).
Ia menyebutkan, surat keputusan (SK) manajemen talenta untum Pemprov Kaltara sudah terbit. Artinya, sistem manajemen talenta ini sudah bisa diterapkan.
"Tapi nanti tetap akan ada beberapa arahan dari BKN (Badan Kepegawaian Negara). Mungkin nanti untuk tahap pra-nya, seperti kita harus sosialisasi dulu, baru kita minta ke ASN untuk melengkapi datanya masing-masing," kata Andi Amriampa.
Dari update data tersebut, baru akan terlihat ASN itu masuk di boks berapa dari sembilan boks penilaian kinerja dan potensi pegawai dalam satu organisasi perangkat daerah (OPD).
Adapun suksesor yang bisa masuk di JPT Pratama itu nanti mereka yang masuk di boks 7-9. Untuk JPT Pratama sendiri, suksesornya ini dari jabatan administrator dan jabatan fungsional ahli madya.
"Ini yang kita dorong untuk melakukan update data, untuk melihat ASN itu masuk di boks mana," pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim