Bapperida Kaltara Minta OPD Aktif Input Capaian PRK

Fijai RT • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 22:39 WIB
RAPAT : Kabid Perekonomian dan SDA Bapperida Kaltara, Yatno Supriadi memimpin rapat secara daring.
RAPAT : Kabid Perekonomian dan SDA Bapperida Kaltara, Yatno Supriadi memimpin rapat secara daring.

TANJUNG SELOR – Bapperida Kaltara memperkuat pelaksanaan dan pelaporan Aksi pembangunan rendah karbon (PRK) melalui aplikasi Aksara. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan capaian pembangunan rendah karbon di daerah dapat dipantau, dievaluasi dan dilaporkan secara terukur.

Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bapperida Kaltara, Yatno Supriadi mengatakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan (PEP) merupakan bagian penting dalam siklus perencanaan pembangunan nasional. “Pemantauan, evaluasi dan pelaporan merupakan elemen krusial dalam siklus perencanaan pembangunan nasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006,” kata Yatno kepada Radar Kaltara, Rabu (23/9).

Menurutnya, Aksara yang diluncurkan Kementerian PPN/Bappenas menjadi instrumen untuk memantau pelaksanaan PRK di daerah. Sistem tersebut digunakan untuk mendukung pencatatan capaian aksi pembangunan rendah karbon yang berkaitan dengan agenda pembangunan nasional.

“Aplikasi Aksara hadir sebagai instrumen vital untuk memantau pelaksanaan PRK yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-13 terkait penanganan perubahan iklim,” ungkapnya.

Pelaporan aksi PRK daerah 2025 mencakup enam sektor strategis. Keenam sektor tersebut meliputi kehutanan dan lahan gambut, pertanian, energi, transportasi, pengelolaan limbah, serta pesisir dan laut. “Pelaporan aksi PRK daerah mencakup enam sektor strategis, yaitu kehutanan dan lahan gambut, pertanian, energi, transportasi, pengelolaan limbah, serta pesisir dan laut,” jelasnya.

Untuk memastikan data capaian terdokumentasi, seluruh perangkat daerah di Kaltara diinstruksikan aktif melakukan input melalui platform Aksara. Data yang masuk menjadi bagian dari proses pemantauan terhadap pelaksanaan program pembangunan rendah karbon di masing-masing perangkat daerah.

“Seluruh perangkat daerah telah diinstruksikan agar aktif menginput capaian secara langsung melalui platform AKSARA,” katanya.

Bapperida Kaltara selanjutnya akan melakukan pemantauan terhadap koordinasi dan pengisian data tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaporan berjalan sesuai jadwal sekaligus menggambarkan capaian daerah dalam menjalankan komitmen pembangunan rendah karbon.

“Koordinasi dan pengisian data akan terus kami pantau guna memastikan komitmen daerah terhadap pembangunan rendah karbon terlaksana secara optimal dan tepat waktu,” pungkasnya. (jai)

 

Editor : Azward Halim
Bapperida Kaltara pembangunan rendah karbon pemprov kaltara